Partai Politik

Pecat Suharso Monoarfa, PPP Anggap Ucapan Amplop Kiai Bisa Dimainkan Lawan Politik untuk Melemahkan

Puncaknya, kata Donnie, majelis-majelis sampai kepada titik memberhentikan Suharso dari jabatan ketua umum demi kemaslahatan partai.

Editor: Yaspen Martinus
ppp.or.id
Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman M Tokan menegaskan, tidak ada konflik antara Suharso Monoarfa dengan pengurus harian DPP maupun majelis-majelis DPP. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman M Tokan menegaskan, tidak ada konflik antara Suharso Monoarfa dengan pengurus harian DPP maupun majelis-majelis DPP.

Yang ada, katanya, adalah reaksi publik yang amat dahsyat atas pernyataan 'amplop kiai' serta persoalan pribadi Suharso yang mencuat, dan dianggap sudah masuk kategori ancaman bagi keselamatan PPP.

"Isu amplop kiai dikhawatirkan akan dimainkan lawan politik sepanjang tahun untuk melemahkan PPP."

"Sementara urusan pribadi Suharso yang viral serta dokumen liar akan menjadi 'bom waktu' yang setiap saat bisa meledak dan membunuh PPP," kata pria yang akrab disapa Donnie Tokan itu kepada Tribunnews, Jumat (9/9/2022).

Donnie menyebut, atas dasar itulah majelis-majelis DPP bereaksi dengan melakukan tahap-tahapan sepanjang lebih dari dua bulan. Mulai dari klarifikasi/tabayyun, peringatan, hingga permintaan agar Suharso mengundurkan diri.

"Selama lebih dua bulan, tahapan 'jeweran' majelis-majelis yang terdiri dari para kiai-kiai karismatik dan senior-senior partai itu tidak direspons secara layak oleh Suharso."

Baca juga: Sambil Menangis karena Emosi, Ferdy Sambo Sempat Tanya Bripka Ricky Rizal Soal Kejadian di Magelang

"Bahkan seperti sengaja melecehkan orang-orang terhornat di majelis-majekis tersebut," paparnya.

Puncaknya, kata Donnie, majelis-majelis sampai kepada titik memberhentikan Suharso dari jabatan ketua umum demi kemaslahatan partai.

"Pemberhentian itu sebagai langkah darurat penyelamatan partai di hadapan para kaum ulama dan basis tradisional PPP, kemudian dipertegas dengan keluarnya Pendapat Hukum Mahkamah Partai yang menyetujui pemberhentian tersebut," jelasnya.

Baca juga: KRONOLOGI Insiden di Magelang Versi Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf Bertengkar dengan Brigadir Yosua

Rapat Pengurus Harian DPP yang telah kuorum dihadiri 32 dari 46 PH DPP pada 4 September serta Mukernas Serang (4-5 September) yang dihadiri 28 dari 34 DPW se-Indonesia, adalah karena kesepahaman langkah penyelematan partai.

Menurut Usman, kehadiran para politisi fungsionaris PPP dari pusat hingga daerah itu di forum Mukernas, adalah representasi dari lembaga pemegang kekuasaan tertinggi PPP, di bawah Muktamar.

"Peserta Mukernas itu bukan orang sembarangan, mereka adalah para kiai karismatik, politisi senior partai, dan pengurus PH DPP fungsionaris yang secara kolektif kolegial sedang memegang kendali partai," beber Donnie Tokan. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved