Kuasa Hukum Nilai Bripka Ricky Rizal Korban Keadaan, Pantasnya Jadi Saksi, Bukan Tersangka

Bripka Ricky, kata Erman, malah sempat menolak perintah Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter
Erman Umar, kuasa hukum Bripka Ricky Rizal, menilai kliennya seharusnya tak dijadikan tersangka di kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA -  Erman Umar, kuasa hukum Bripka Ricky Rizal, menilai kliennya seharusnya tak dijadikan tersangka di kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi," kata Erman kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Erman menuturkan, kliennya tidak tahu-menahu soal rencana pembunuhan Brigadir Yosua.

Bripka Ricky, kata Erman, malah sempat menolak perintah Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua.

"Pertama, dia tidak punya mens rea untuk disuruh. Tidak berani saya pak, kenapa dia tidak melapor keluar atau pergi melaporkan ke luar, wah ini ada perbuatan," ungkap Erman.

Menurut Erman, Bripka Ricky Rizal juga mengaku kaget melihat Brigadir Yosua dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Data Penerima BSU 2022 Tahap Kedua

Bripka Ricky berpikir bahwa Ferdy Sambo hanya akan mengklarifikasi Brigadir Yosua soal kejadian di Magelang.

"Dia kan belum sampai sejauh itu, ini dadakan. Dipanggil lagi Richard, mana ada waktu, sementara dia juga goncang juga. Dan juga berpikir, tidak mungkinlah, pasti diklarifikasi dulu," paparnya.

Bripka Ricky Rizal mengaku tidak bersalah. Bahkan, Bripka Ricky Rizal siap menghadapi sidang offline bertemu Ferdy Sambo.

Baca juga: Gelar Rapat Maraton, Kubu Suharso Monoarfa Ingin Batalkan Mardiono Jadi Plt Ketum PPP

Erman menyatakan, kliennya merupakan korban dari keadaan. 

"Penyesalan apa? Dia di kejadian ini pasti apa-apa, tapi kan di kejadian ini bukan dia perbuat."

"Dia korban keadaan, iya kan? Kan enggak mungkin dia membayangkan ini."

Baca juga: Pastikan Pemecatan Suharso Monoarfa Tak Pengaruhi KIB, Mardiono: Kan Saya Koordinatornya

"Enggak mungkin dia, kecuali ada perencanaan dia akan ditembak di sana. Ini kan enggak."

"Sekarang begini, dia kan merasa benar nih. Dia bilang di depan saya, kamu berani enggak berhadap-hadapan dalam persidangan offline?"

"Berani enggak misalnya, kenapa? Karena Pak Sambo memang kelihatanya si anu (Bharada Eliezer) ini penakut. Si Bharada E kan Brimob, Si Bripka RR lantas memang beda."

Baca juga: 23 Koruptor Bebas Bersyarat, Wamenkumham: Standar Kami Aturan Hukum

"Jadi makanya, kalau keluarganya khawatir, berani enggak suatu saat disidang."

"Kalau sidang saya (Bripka Ricky) berani, ya udah ngapain harus anu. Kalau saya kan maunya sidangnya offline, supaya lebih tahu akuratnya, tau mens rea-nya," beber Erman kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Erman menambahkan, Bripka Ricky juga pasrah jika nantinya harus dipecat dari institusi Polri. Namun yang pasti, dia bakal mengajukan banding lantaran tak sepenuhnya bersalah.

"Yang saya tahu dia pasrah aja. Menyampaikan apa adanya, toh juga kalau saya dipecat. Tapi saya akan banding kalau tidak sesuai kesalahan saya," ucapnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved