Berita Tangerang

Petani Ikut Jadi Tersangka Perusakan Portal di Tangerang, Praktisi Hukum: Semua Sama di Mata Hukum

Edi Herdum menyebut siapapun pelaku perusakan, maka dia harus bertanggung jawab dari sisi hukum, apapun pekerjaan dan latar belakangnya

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan 9 Tersangka Pengerusakan Portal yang berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. (Istimewa) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Praktisi Hukum Edi Hardum menyinggung soal adanya warga yang berprofesi petani turut menjadi tersangka kasus perusakan portal dan plang peringatan yang dipasang petugas Kecamatan Pakuhaji di jalan masuk restoran Padi Padi Picnic, Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.

Ia menyebut, siapapun pelaku perusakan, maka dia harus bertanggung jawab dari sisi hukum, apapun pekerjaan dan latar belakangnya

“Semua warga negara yang sudah berumur dewasa, 18 tahun ke atas, itu sudah dianggap melek hukum. Entah dia petani, entah dia profesor, entah dia DPR, sama di mata hukum,” tegas Edi Hardum melalui pesan tertulisnya, Kamis (8/9/2022).

"Lagian salah siapa petani diajak merusak portal yang ada di restoran Padi Padi Picnic?” sambungnya.

Baca juga: Polemik Perusakan Portal Berujung Laporan Polisi di Pakuhaji, Kasatpol PP Sebut Jalankan Tupoksi

Almnus S2 Ilmu Hukum UGM Yogyakarta ini menduga pelaku perusakan portal di Restoran Padi Padi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dikendalikan oleh orang lain.

“Pakai logika, tidak mungkin dong sekonyong-konyong petani begitu (merusak). Ada hubungan kerja enggak itu? Tidak mungkin kan? Pasti ada yang mengajak atau menyuruh merusak,” kata Edi.

"Mereka adalah pelaku lapangan, ini tentu ada dalangnya. Dalangnya siapa, ya yang menyuruh melakukan perusakan,” tambahnya.

Kandidat doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti Jakarta ini menyebut, tidak ada alasan seorang petani diistimewakan ketika dia diduga melakukan tindakan melawan hukum.

“Di dalam hukum tidak memandang apakah tersangkanya petani, pembantu rumah tangga atau apa saja profesinya. Kalau dia sudah diatas 18 tahun, dianggap cakap hukum. Ketika dia melakukan pelanggaran hukum, maka dia diproses sesuai hukum yang berlaku,” terang Edi.

Menurutnya ada beberapa kategori yang jadi pertimbangan jerat hukum. “Pertama anak dibawah umur, kedua adalah orang gila. Selain itu harus diproses hukum. Mereka (tersangka) sudah dewasa, sudah 18 tahun ke atas kok,” paparnya.

Baca juga: Polrestro Tangerang Kota Tetapkan 9 Tersangka Kasus Perusakan Portal di Pakuhaji Tangerang

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved