Pertama Kalinya Ajak PT Pos Indonesia, Kemenaker Segera Salurkan BSU 2022 Pekan Ini

BSU 2022 akan diberikan kepada pekerja/buruh yang memenuhi persyaratan sebesar Rp600 ribu. Uang tersebut akan diberikan dalam satu kali pencairan.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (6/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bakal segera memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 kepada pekerja/buruh pekan ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bahwa dalam penyaluran BSU 2022 ini, untuk pertama kalinya Kemenaker menggandeng PT Pos Indonesia (Persero).

"Kerja sama ini dimaksudkan untuk mempercepat proses penyaluran. PT Pos sudah berpengalaman menyalurkan bantuan. Mudah-mudahan minggu ini sudah tersalurkan dari Bank Himbara ke bank penerima," kata dalam Menaker Ida Fauziyah, pernyataan resminya. 

Untuk keperluan tersebut, pada hari Selasa (6/9/2022) lalu, telah dilakukan serah terima data calon penerima BSU 2022.

Di kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Penyaluran BSU Tahun 2022 dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Pos Indonesia (Persero).

Baca juga: FIFA Kritik Venue Piala Dunia U20 2023, Presiden Jokowi Beri Ultimatum

Baca juga: Usai Berstatus Tersangka, Bharada E Mau Bongkar Keterlibatan Ferdy Sambo dalam Kematian Brigadir J

Menaker Ida Fauziyah menyebutkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan data 5.099.915 calon penerima BSU kepada Kemenaker. Data tersebut telah diverifikasi dan validasi.

"Pemberian BSU ini sebagai bentuk apresiasi kepada pekerja/buruh yang sudah terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Patut dicatat bahwa ini adalah uang yang bersumber dari APBN, bukan dari BPJS Ketenagakerjaan pekerja," kata Menaker Ida Fauziyah.

Dia menjelaskan, BSU 2022 akan diberikan kepada pekerja/buruh yang memenuhi persyaratan sebesar Rp600 ribu. Uang tersebut akan diberikan dalam satu kali pencairan.

 Adapun syarat pekerja/buruh yang berhak menerima BSU 2022, yaitu merupakan WNI yang dibuktikan dengan NIK, terdaftar aktif pada program jaminan sosial ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juli 2022, mempunyai gaji paling banyak Rp3,5 juta atau tidak melebihi upah minum yang ditetapkan. 

"Misalnya, pekerja di DKI Jakarta upah minum Rp4,7 juta. Maka pekerja yang gajinya di bawah angka tersebut tetap mendapatkan BSU," kata Menaker Ida Fauziyah.

Baca juga: Nathalie Holscher Dikabarkan Dekat dengan Frans Faisal Setelah Cerai dari Pelawak Sule, Benarkah?

Baca juga: Kapolri Ungkap Hal yang Buat Bharada E Goyah dan Bongkar Sosok Ferdy Sambo

Selain itu, Menaker Ida Fauziyah menggarisbawahi bahwa BSU 2022 ini tidak berlaku bagi para PNS, TNI/Polri.

"Pemberian BSU bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh pada saat naiknya harga BBM," tandasnya.

Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi menambahkan kehadiran PT Pos Indonesia sebagai mitra penyaluran BSU diharapkan dapat mencapai target penyaluran BSU yang cepat, tepat, dan akuntabel.

"Penyaluran bsu 2022 berbeda dengan tahun 2021 karena kita mengundang PT Pos Indonesia untuk menjadi mitra penyaluran BSU. Diharapkan melalui kerja sama intensif dengan Himbara, BSI, dan PT Pos Indonesia kita akan bisa mempercepat penyaluran BSU," kata Anwar Sanusi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved