Penyakit Stroke Terjadi Akibat Penyumbatan dan Pecahnya Pembuluh Darah, Begini Antisipasinya

Penyakit stroke terjadi akibat ada penyumbatan saluran darah ke otak dan pecahnya pembuluh darah yang bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Shutterstock
Penyakit stroke terjadi akibat ada penyumbatan saluran darah ke otak dan pecahnya pembuluh darah yang bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. (ilustrasi stroke) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dokter spesialis saraf, dr. Nurul Rakhmawati, Sp.N, MARS membeberkan faktor dan gejala terjadinya stroke dimana bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya indikasi pembekuan darah.

Menurut Nurul, ketika pembekuan darah rentan terjadi pada seseorang, maka hal tersebut bisa berdampak pada terhambatnya aliran darah ke otak.

Ada dua penyebab seseorang mengalami penyakit stroke yakni pertama karena penyumbatan pada saluran darah menuju otak atau stroke iskemik dan kedua disebabkan pecahnya pembuluh darah atau dikenal stroke hemoragik.

"Jadi stroke ini kan ada dua, pecahnya pembuluh darah dan stroke penyumbatan," ungkap Nurul saat dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (7/9/2022).

Nurul melanjutkan, kondisi seseorang yang rentan alami pembekuan darah memicu stroke dapat terjadi pada usia muda. Kondisi pembekuan darah tersebut bisa diakibatkan beberapa hal, seperti adanya riwayat keluarga.

Baca juga: Jabatan Gubernur DKI Jakarta akan Berakhir, Anies Baswedan Pastikan Program DP 0 Rupiah Rampung 2024

Maka dari itu, penting melakukan langkah pencegahan seperti mengubah pola hidup sehingga penyakit komorbid bisa terkontrol.

"Penyebabnya banyak pertama darah tinggi atau hipertensi, diabetes, kolesterol, kemudian asam urat yang tinggi, ada faktor resiko yang tidak bisa kontrol seperti usia. Semakin bertambahnya usia, pembuluh darah semakin rapuh dan rentan jadi pembuluh darahnya seperti kaku," jelas dia.

Selain itu, perlunya aktif bergerak dengan jalan santai atau pun yoga serta asupan buah dan sayur, juga batasi kafein, rokok, dan alkohol.

"Pola hidup sehat, pola makan yang benar, dan pola tidur juga harus benar. Yang harus dihindari seperti merokok, ketika merokok akan menyebabkan pembuluh darah kaku. Kemudian terlalu banyak kafein, jika mengkonsumsi kopi lebih dari tiga gelas itu tidak boleh," ungkapnya.

Baca juga: Dee Lestari Kenang  Suami Tercinta Reza Gunawan: Semoga Jadi Kebajikan Bagi Kita Semua!

"Tidur juga harus cukup tidak boleh berlebihan ataupun berkurang. Kalau untuk usia dewasa kurang lebih 7-8 jam sehari normal jam tidurnya. Tidur lebih dari 10 jam juga memiliki resiko terjadinya stroke," tambah Nurul.

"Jadi kalau ada gangguan tidur seperti ngorok itu tak boleh diabaikan atau tidur berlebihan atau bahkan tak bisa tidur. Kalau kurang dari 5 jam itu juga resiko terkena stroke jadi jam tidur juga harus baik," sambungnya. 

Ia juga menyarankan agar mengkonsumsi makanan yang sehat seperti rendah gula dan garam.

"Sebenarnya ditentukan faktor resiko masing-masing, penyebabnya kan beda-beda jadi kalau misalkan ada yang punya kolesterol makanannya harus kurangi kadar garam, tidak boleh banyak makanan berlemak, makanan yang terlalu manis seperti cokelat, permen secukupnya sama misalnya minuman kemasan kan gulanya tinggi," tutup dia. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved