Penganiayaan Hingga Tewas

Dua Terduga Penganiaya Santri Gontor Hingga Tewas Diperiksa Polisi, Ekshumasi Dilakukan Hari Ini

Polres Ponorogo memeriksa 2 orang terduga pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap AM (17), seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor.

Akun YouTube Metro TV
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagus saat hendak melakukan ekshumasi terhadap makam santri Ponpes Gontor yang tewas karena diduga dianiaya seniornya, di TPU di Palembang, Kamis (8/9/2022). 

Namun, berbeda dengan AM yang meninggal dunia, dua lainnya sudah sehat.

"Total ada tiga orang korban, satu meninggal dunia, dua sehat dan sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti biasa," kata Catur, Rabu (7/9/2022).

Jenazah korban dipulangkan

Jenazah AM dipulangkan ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (23/8/2022). 

Namun, saat jenazah AM tiba di Palembang pada 23 Agustus, keluarga mendapatkan surat keterangan kematian AM dari Rumah Sakit (RS) Yasfin Darusalam Gontor yang menyatakan bahwa korban meninggal akibat sakit.

Dalam surat yang diterbitkan pada hari kematian AM itu, tertulis nama dokter bernama Mukhlas Hamidy yang menyatakan korban meninggal karena penyakit tidak menular.

Surat itu pun dibubuhkan tanda tangan pemeriksa atas nama Mukhlas Hamidy.

Surat kematian itu diberikan langsung oleh seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dari Gontor saat penyerahan jenazah.

Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian memaksa untuk membuka peti jenazah AM.

Baca juga: Tempat Asah Keterampilan Santri Tuna Rungu, Anies Baswedan Resmikan Pesantren Tahfiz Difabel Bazis

Saat dibuka, kondisi jenazah AM tidak seperti orang saki. Karena banyak ditemukan luka lebam dari kepala sampai dada hingga mengeluarkan darah.

"Setelah didesak, pihak Gontor mengakui bahwa AM ini meninggal karena dianiaya. Bukan sakit seperti yang tertulis dalam surat itu," kata Titis Rachmawati, kuasa hukum keluarga AM, saat saat memberikan keterangan pers, di Palembang, Selasa (6/9/2022).

Sementara pihak Ponpes Gontor membantah menutupi kasus tersebut. 

Sebaliknya, Ponpes Gontor berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan terbuka dan transparan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ponpes Gontor juga berkomitmen menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dengan mengikuti setiap proses hukum yang ada.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved