Vaksinasi Covid19

Bio Farma Siap Produksi 20 Juta Vaksin IndoVac Buatan Dalam Negeri Jika Izin WHO Terbitkan UEA

Untuk tahap awal, Bio Farma memproduksi maksimal 20 juta dosis. Jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023.

Editor: Yaspen Martinus
europeanpharmaceuticalreview.com
Izin penggunaan darurat alias emergency use authorization (EUA) dari WHO untuk IndoVac, vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, diharapkan terbit dalam waktu dekat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Izin penggunaan darurat alias emergency use authorization (EUA) dari WHO untuk IndoVac, vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, diharapkan terbit dalam waktu dekat.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkapkan, sejak Juli 2022, pihaknya intensif berkomunikasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemenuhan data-data pendukung.

Ia mengatakan, berdasarkan pernyataan Kepala BPOM Penny K Lukito saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR pada 30 Agustus 2022, EUA IndoVac akan dirilis sekitar pertengahan September 2022.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Deolipa Surati Kapolri Minta Kabareskrim dan Dirtipidum Dicopot

"Jika sudah memperoleh izin, Bio Farma menyiapkan tahap berikutnya, yaitu memproduksi vaksin Indovac," kata Honesti lewat keterangan tertulis, Kamis (9/9/2022).

Untuk tahap awal, Bio Farma memproduksi maksimal 20 juta dosis. Jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023, dengan penambahan fasilitas produksi.

Kapasitas produksi bisa dinaikkan lagi menjadi 100 juta dosis per tahun pada 2024, tergantung pada kebutuhan dan permintaan.

Baca juga: Peran Kombes Agus Nur Patria Halangi Penyidikan, Rusak CCTV Hingga Mufakat Jahat dengan Ferdy Sambo

"Kemudian IndoVac bisa digunakan untuk vaksinasi individu berusia 18 tahun ke atas secara massal."

"Di sisi lain, secara paralel, Bio Farma sudah memulai uji klinis untuk vaksin lanjutan (booster) sejak 1 September 2022."

"Kami sudah mendapatkan PPUK (Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinis) dari BPOM untuk uji klinis vaksin IndoVac booster."

Baca juga: Halangi Penyidikan, Kombes Agus Nur Patria Dipecat dari Polri Usai Disidang 18 Jam

"Selanjutnya, Bio Farma akan melakukan uji klinis vaksin IndoVac untuk anak-anak setelah mendapatkan PPUK dari BPOM," tutur Honesti.

Pada saat yang sama, Bio Farma juga mengajukan sertifikasi kehalalan IndoVac agar menjamin rasa aman masyarakat Indonesia.

Vaksin Covid-19 BUMN ini telah melewati audit aspek kehalalan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dan diharapkan sertifikasi itu dapat segera terbit. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved