23 Koruptor Bebas Bersyarat, Jubir PSI: Ini Korupsi Sistemik, Habis Kita Kalau Begini Terus

Bimmo menyebut ini bakalan jadi preseden buruk bagi sistem hukum di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik pembebasan bersyarat 23 terpidana korupsi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA -  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik pembebasan bersyarat 23 terpidana korupsi.

"Pembebasan bersyarat ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat."

"Kita belum bicara pemulihan aset, bahkan hukuman badan saja bisa diakali."

"Ini korupsi sistemik," ujar Juru Bicara DPP PSI Ariyo Bimmo, Kamis (8/9/2022)..

Bimmo menyebut ini bakalan jadi preseden buruk bagi sistem hukum di Indonesia.

"Sama juga dengan pengurangan vonis dengan alasan terdakwa berlaku sopan selama persidangan."

Baca juga: Hari Ini Ferdy Sambo Dites Kebohongan, Polri Bilang Akurasi Alat Lie Detector 93 Persen

"Kalaupun mengacu pada prinsip keadilan restoratif, ini penerapan yang salah kaprah," tutur Ariyo.

PSI menilai lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi akan semakin menjauhkan efek jera, baik bagi terpidana korupsi maupun orang lain yang potensial melakukan tipikor.

"Kini calon koruptor bisa berhitung, berapa uang yang dia bisa sikat, berapa lama vonis dan berapa lama menjalani pidananya."

Baca juga: Jadi Plt Ketum PPP, Mardiono: Saya Tak Pernah Punya Niat dan Ambisi Pribadi untuk Semua Jabatan Itu

"Sementara itu, uang negara yang hilang tidak dapat dipulihkan. Habis kita kalau begini terus," tuturnya

PSI mengusulkan adanya aturan yang membatasi pemberian vonis rendah dan pengurangan hukuman bagi terpidana kasus korupsi.

PSI juga mengusung politik bersih yang mensyaratkan pembatasan bagi mantan terpidana tipikor untuk kembali berkiprah di ruang publik.

Baca juga: Anies Baswedan Bawa Mikrofon dan Salon Sendiri Saat Diperiksa KPK Soal Formula E

"Memang harus dilawan sistemik juga."

"UU Tipikor harus diperbaharui. Ada sentencing guidelines dan sistem pemantauan khusus terpidana korupsi yang dapat diakses publik."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved