Berita Bogor

PKS Kota Bogor Syukuri Kemerdekaan RI dengan Ziarah Kebangsaan ke Makam Sesepuh dan Tokoh Ulama

syukuri kemerdekaan RI dengan ziarah kebangsaan ke makam sesepuh dan tokoh ulama. Hal itu dilakukan PKS Kota Bogor. Ini kata Atang Trisnanto.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
PKS Kota Bogor Syukuri Kemerdekaan RI dengan Ziarah Kebangsaan ke Makam Sesepuh dan Tokoh Ulama 

Sehabis doa dan sholawatan, rombongan bersilaturahim ke dzurriyyah Mama Falak, yaitu KH Tb Agus Fauzan, yang juga pengasuh PP Al Falak, Pagentongan.

Mengakhiri perjalanan Ziarah Kebangsaan, rombongan menuju makam KH Abdullah bin Nuh, sesepuh Kota Bogor yang terkenal dengan kitab Ana Muslim Sunni Syafi’ie.

Putera Mama ABN, yaitu KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang akrab dipanggil Kyai Toto yang berkenan membuka acara ziarah, juga memberikan wejangan kepada zairin untuk bisa menjadi pemersatu ummat, saling menghormati perbedaan, dan terus mendoakan para ulama melalui ziarah dan doa.

Baca juga: Berwisata Edukasi Lewat Pelatihan Cocok Tanam Organik hingga Penangkaran Hewan Ternak

Sehabis ziarah, Atang merasa bersyukur atas kegiatan ziarah kebangsaan yang berlangsung dengan lancar dan banyak mendapatkan kisah keteladanan serta pelajaran dan nasihat-nasihat dari para tokoh yang ditemui.

“Alhamdulillah hari ini Allah ijinkan kami untuk bisa berziarah ke makam para ulama besar Indonesia yang pernah dimiliki Bogor. Mendapatkan kisah serta pelajaran keteladanan dari perjuangan beliau-beliau. Sekaligus dapat bersilaturrahim dan mendapatkan nasihat dari para tokoh ulama keturunannya”, urai Atang.

Bendahara Umum PKS Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan bahwa harapannya untuk bisa menjalankan pesan dan nasihat para ulama.

“Kami tadi mendengar semua masukan, nasihat, saran serta harapan para ulama di kota Bogor kepada PKS. Apa yang menjadi kegelisahan ulama, beban-beban umat yang menjadi perhatian ulama, serta apa yang harus PKS perjuangkan di Kota Bogor ini agar semakin berkah dan maju masyarakatnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Syura PKS, Habib Salim Segaf al-Jufri baru-baru ini juga berziarah ke pemakaman Ma’la, sekitar 10 kilometer pusat kota Mekah.

Beberapa Ulama Indonesia yang dimakamkan di Jannatul Ma'la:

1. Syaikh Ahmad Khatib Sambasi (wafat 1875)

2. Syaikh Nawawi Bantani (1897)

3. Syaikh Junaid Betawi (akhir abad 19 M)

4. Syaikh Abdul Haq Banten (1903)

5. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (1916)

6. Syaikh Abdul Hamid Kudus (1916), Syaikh Mahfuzh Tremas (1920)

7. Syaikh Mukhtarudin Bogor (1930)

8. Syaikh Umar Sumbawa (1930-an)

9. Syaikh Abdul Qadir Mandailing (1956).

10. Ulama kontemporer yang belum terlalu lama wafat di kota Mekah adalah Syaikh Yasin Padang (1990) dan KH Maimoen Zubair (2019).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved