Polisi Tembak Polisi

Keluarga Brigadir J Tuding Komnas HAM Bikin Kacau Pengusutan Kasus Ferdy Sambo

Rodlin Simanjuntak, bibi almarhum Brigadir J, menyesali laporan Komnas HAM, yang membuyarkan pengusutan kasus polisi tembak polisi.

Editor: Valentino Verry
Kolase foto/Tribunnews
Roslin Simanjuntak (kanan), bibi almarhum Brigadir J, menyeali laporan Komnas HAM pada kasus Ferdy Sambo. Sebab laporan yang betisi dugaan pelecehan seksual justru bikin kacau motif pengusutan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Roslin Simanjuntak, bibi almarhum Brigadir J, menyesali laporan Komnas HAM terkait kasus polisi tembak polisi.

Sebab, laporan yang dianggapnya kaga jelas itu, justru bikin kacau pengusutan kasus almarhum Brigadir J yang sudah on the track.

Berkat laporan Komnas HAM, kini Bareskrim Polri mulai mengarahkan pengusutan kasus dengan didasari pada motif dugaan pelecehan seksual.

Diketahui Komnas HAM minta Polri menyelidiki dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi oleh Brigadir J di Magelang, lewat laporannya.

Komnas Perempuan juga menyampaikan bentuk dugaan pelecehan seksual yang diterima Putri Candrawathi adalah rudapaksa.

Roslin pun menantang Komnas HAM untuk membuktikan dugaan pelecehan itu.

Kuasa hukum Brigadir J menambahkan dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi masih prematur.

"Kami minta ke Komnas HAM tunjukan bukti-bukti akurat. Di rumah Magelang tidak mungkin tidak ada CCTV, tolong dong ditunjukan kebenarannya," kata Roslin Simanjuntak, Senin (5/9/2022).

Dia meminta Komnas HAM tak hanya bicara saja, dan jangan hanya mendengarkan dan mengungkap pernyataan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.

Baca juga: Nilai Putri Candrawathi Bohong Terus, Kamaruddin Simanjuntak Desak Polisi Tahan Istri Ferdy Sambo

"Jangan hanya omongan, tapi bukti yang paling utama, bukti itu yang jadi pedoman kita," tegasnya.

Menurut Roslin, seharusnya Komnas HAM bisa cermat dalam melihat rentetan peristiwa pembunuhan berencana itu.

Jika memang menemukan bukti, baru disampaikan kepada publik, tak hanya dugaan yang tak disertai bukti yang bisa dihadirkan kepada masyarakat dan penyidik kepolisian.

Kata Roslin, seharusnya juga ada bukti visum jika memang ada kekerasan seksual.

"Harusnya divisum ibu PC untuk membuktikan," ujarnya.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi Janggal, Ini Kata Komnas Perempuan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved