Kenaikan BBM

Harga BBM Naik, Pemkot Bogor Siapkan Dana Rp 4,6 M untuk Bansos Bidang Transportasi dan Pekerja UMKM

Pemkot Bogor melakukan langkah-langkah konsolidasi kebijakan untuk mengantisipasi ekses kenaikan harga BBM. 

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Sigit Nugroho
Dok. Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor lakukan antisipasi terhadap eksesnya.

Ditemui di Balai Kota Bogor, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan bahwa Pemkot Bogor akan mengucurkan dana sebesar Rp 4,6 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk bidang transportasi dan pekerja UMKM.

Hal ini dilakukan dalam rangka langkah-langkah konsolidasi kebijakan kenaikan harga BBM. 

"Jadi di Kota Bogor, In Shaa Allah, akan kami alokasi Rp 4,6 miliar. Ini hitungan, 2 persen dari DAU di sisa waktu 3 bulan berjalan di tahun ini," kata Bima. 

Baca juga: Wildan Minta Pemerintah Segera Buat Aturan Tarif yang Meringankan Beban Ojol, Buntut Harga BBM Naik

Baca juga: Gedung DPR Dikepung Buruh, Serukan Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Baca juga: Politisi PKS Depok Farida Rachmayanti Bilang Harga BBM Naik Guncang Ketahanan Keluarga

"Kami akan arahkan nanti untuk pengemudi angkot. Kemudian, mungkin juga ojek online dan UMKM," ucap Bima.

"Namun, kami masih menunggu juklak dan juknisnya terkait dengan besaran bagaimana dan penyalurannya secara teknis tapi dananya sudah siap seperti itu," ujar Bima. 

Anggaran yang diberikan tersebut merupakan perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah. 

BERITA VIDEO: Polisi Tembak Polisi di Lampung Dipicu Istrinya Disebut Belum Bayar Arisan

Yakni ada kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk mengalokasi 2 persen dari DAU untuk digunakan sebagai bantuan sosial. 

Sementara itu ada juga, alokasi dana dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), namun Bima menuturkan bahwa ini masih belum dirumuskan. 

"Nanti, kami akan rumuskan besarnya berapa dan sasarannya kemana," ucap Bima.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Fahrudin menuturkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan disalurkan pemerintah pusat melalui kantor pos itu adalah mereka yang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH ) yang berjumlah 43.353 keluarga di Kota Bogor.

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved