Kenaikan Harga BBM

800 Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Aksi Demo Kenaikan Harga BBM di Kota Bekasi

800 personil gabungan baik itu TNI Polri dan jajaran Pemerintah Kota Bekasi diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi demo terkait kenaikan harga BBM

Warta Kota/Joko Supriyanto
800 personil gabungan baik itu TNI Polri dan jajaran Pemerintah Kota Bekasi diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi demo terkait kenaikan harga BBM. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Sebanyak 800 personel gabungan TNI-Polri dan jajaran Pemerintah Kota Bekasi diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi demo terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rencana adanya dua lokasi titik demo yang dilaksanakan di Kota Bekasi yaitu depan gedung DPRD Kota Bekasi dan depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Selasa (6/9).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan dalam upaya mengamankan kegiatan penyampaian pendapat itu. Pihaknya sudah melakukan koordinasi ke semua jajaran untuk melakukan pengamanan.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM, Pelaku Transportasi Umum dan Masyarakat Miskin Bakal Dapat Bantuan

"Sesuai kebutuhan hampir sekitar 800, kurang lebih 800 orang," kata Kombes Pol Hengki, Selasa (6/9/2022). 

Diungkapkan oleh Hengki, informasi yang didapat ada dua lokasi yang akan didatangi sejumlah massa untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM. Menurut dia estimasi massa yang datang diperkirakan mencapai 300 orang.

"Informasinya ada 300 massa. Rencana di DPRD dan Kantor Wali Kota Bekasi. Dua tititk itu nanti mereka akan bergeser rencananya gitu," katanya.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM Puluhan Ribu Buruh Lakukan Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI

Seperti diketahui kenaikan harga BBM yang diterapkan oleh Pemerintah menuai protes di kalangan masyarakat. Sebab dengan kenaikan BBM ini tentu akan memicu kenaikan harga mulai dari bahan pokok hingga transportasi.

Dari keluhan itupun, kini beberapa mahasiswa, buruh di berbagai daerah termasuk Jakarta menggelar aksi demo buntut kenaikan harga BBM ini. Sebab, dengan kenaikan harga BBM ini dianggap Pemerintah tidak pro Rakyat. (JOS).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved