Wisata Jakarta

Wisata Jakarta, Pameran Flona 2022 Hadirkan Satwa Awetan dari Taman Margasatwa Ragunan

Wisata Jakarta kali ini kita akan pergi ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat karena ada pameran Flora dan Fauna

TRIBUNJAKARTA/PEBBY ADHE LIANA
Ada Wahana Ragunan Zoo di Taman Lapangan Banteng, Sejumlah Koleksi Satwa Awetan Diperkenalkan ke Masyarakat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  - Wisata Jakarta kali ini kita akan pergi ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat karena ada pameran Flora 2022.

Menariknya, selain beragam tanaman, Taman Margasatwa Ragunan hadir dengan wahana Ragunan Zoo dengan aneka satwa yang sudah diawetkan. 

Diketahui, wahana Ragunan Zoo merupakan salah satu rangkaian edukasi yang digelar untuk memeriahkan pameran Flora dan Fauna, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta pusat.

Pameran ini digelar oleh Pemprov DKI Jakarta selama satu bulan penuh mulai 26 Agustus sampai 26 September mendatang.

Kurator Mamalia dari Taman Margasatwa Ragunan, Haris mengatakan, ada sekitar 30 satwa awetan yang dibawa oleh Taman Margasatwa Ragunan untuk diperkenalkan kepada masyarakat selama pameran ini.

Baca juga: Selain Pameran Flora dan Fauna 2022, Lapangan Banteng Suguhkan Band untuk Menghibur Para Pengunjung

"Saat ini, yang dibawa ke stand Ragunan ini, semua adalah satwa awetan. Tapi saat ini, di Ragunan sendiri satwa yang hidupnya pun masih ada. Jadi ini hanya edukasi saja karena untuk membawa yang aslinya ke sini terlalu beresiko. Jadi untuk edukasi maayarakat, kita siapkan seperti ini," kata Haris, pada TribunJakarta.com di lokasi baru-baru ini.

Beberapa satwa yang diperkenalkan, antara lain ialah satwa berjenis karnivora dan herbivora.

Seperti Harimau Sumatera, Singa Afrika, Macan Tutul, Komodo, Gajah Sumatera, rusa, hingga hewan endemik Indonesia seperti anoa.

Suasana di Erik Flora yang menyediakan beragam jenis tanaman
Suasana di Erik Flora yang menyediakan beragam jenis tanaman (Tribun Bogor/Yudistira Wanne)

Haris menjelaskan, yang dimaksud dengan satwa awetan ialah satwa-satwa asli yang sebelumnya hidup, namun setelah mati satwa tersebut diawetkan untuk kepentingan edukasi bagi masyarakat.

Namun, kata dia tidak semua bagian tubuh dari satwa tersebut merupakan bagian tubuh aslinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved