Korupsi

WADUH, Dana Rp1,1 Miliar Dikorupsi Pejabat Bawaslu Depok untuk Dugem dan Foya-foya

Pejabat Bawaslu Kota Depok diduga kuat sudah menyalahgunakan dana hibah sebesar Rp1,1 Miliar untik foya-foya atau dugem di tempat hiburan malam

Warta Kota/Bintang Pradewo
Ilustrasi tempat hiburan malam yang dipenuhi wanita berdandan seksi. Dana hibah dari APBD Kota Depok untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok sebesar Rp1,1 Miliar, diduga kuat disalahgunakan oleh oknum petugas atau pejabat Bawaslu Kota Depok. Dana sebesar itu diketahui digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam atau tempat dunia gemerlap (dugem). Hal itu berdasarkan hasil temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, yang saat ini terus mengusut kasus tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Dana hibah dari APBD Kota Depok untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok sebesar Rp1,1 Miliar, diduga kuat disalahgunakan oleh oknum petugas atau pejabat Bawaslu Kota Depok.

Dana sebesar itu diketahui digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam atau tempat dunia gemerlap (dugem).

Hal itu berdasarkan hasil temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, yang saat ini terus mengusut kasus tersebut.

Yakni dugaan penyalahgunaan dana hibah senilai Rp1,1 miliar oleh pegawai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok.

Kasi Intel Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu, mengatakan, dana hibah yang disalahgunakan itu merupakan dana yang seharusnya dipergunakan untuk kegiatan pengawasan Pilkada Kota Depok Tahun 2020.

"Ya benar, kami telah resmi melakukan penanganan terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana hibah Bawaslu Kota Depok terkait dana hibah Bawaslu pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2020," kata Andi Rio dalam keterangan tertulis, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Pradi Supriatna Diserang Kampanye Hitam di Pilkada Depok Berujung ke Bawaslu Depok

Kejaksaan akan menindak tegas perbuatan penyalahgunaan dana hibah tersebut. "Jangan sampai perbuatan oknum-oknum menyelewengkan dana-dana untuk kepentingan demokrasi dapat merusak pesta demokrasi," kata Andi Rio.

Adapun dana hibah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok tahun 2020 untuk Bawaslu senilai Rp15 miliar.

Dana hibah itu sejatinya digunakan untuk pengawasan Pilkada Kota Depok. Namun, uang senilai Rp 1,1 miliar disalahgunakan dengan cara dicairkan oleh oknum tersebut untuk keperluan pribadi dan kegiatan hiburan malam.

"Tak tanggung-tanggung dana yang ditransfer oknum tersebut bernilai Rp 1,1 miliar rupiah tanpa sepengetahuan jajaran pimpinan Bawaslu Kota Depok," kata Andi Rio.

Baca juga: Kasus Cabul Oknum Guru Ngaji Siap Disidangkan, Kepala Kejari Depok Terjun Langsung Jadi JPU

Andi Rio menegaskan, dugaan penyalahgunaan keuangan negara tersebut bukanlah perbuatan dari lembaga, melainkan perbuatan oknum.

ahkan, kata dia, uang hibah yang disalahgunakan senilai Rp 1,1 miliar hingga kini belum kembali ke rekening Bawaslu Kota Depok.

"Dana Rp 1,1 miliar yang keluar dari rekening Bawaslu yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan sampai saat ini belum pernah kembali masuk dari rekening penerima ke rekening pemberi yakni rekening Bawaslu Kota Depok," imbuh Andi Rio.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petugas Bawaslu Depok Diduga Tilap Dana Hibah Rp 1,1 Miliar untuk Hiburan Malam hingga Konsumsi Pribadi"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved