Polisi Tembak Polisi

Ucapannya Sebut Ferdy Sambo Bos Mafia Viral, Ketua Komnas HAM: Kok Jurnalis Bekerja Seperti Itu?

Ia mengatakan, video pernyataannya yang viral di media sosial, direkam saat dirinya baru menyelesaikan diskusi bersama penyandang disabilitas.

Editor: Yaspen Martinus
Akun Instagram @medanheadlines.news
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kecewa video pernyataannya yang menyebut Ferdy Sambo sebagai bos mafia, beredar viral. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kecewa video pernyataannya yang menyebut Ferdy Sambo sebagai bos mafia, beredar viral.

Ia mengatakan, video pernyataannya yang viral di media sosial tersebut, direkam saat dirinya baru menyelesaikan diskusi bersama penyandang disabilitas, tentang jalan keluar regulasi daerah.

Sebelum pulang, ia kemudian mengobrol santai dengan teman-temannya. Namun, lanjut dia, tanpa persetujuan ada yang merekam dan memosting obrolan tersebut. Menurutnya, perbuatan tersebut tidak etis.

 

"Anyway, saya kecewa karena kok jurnalis bekerja seperti itu? Tapi sudah lah, apalagi sudah menjadi konsumsi publik," kata Taufan ketika dihubungi Tribunnews, Senin (5/9/2022).

Terkait pernyataannya yang menyebut Ferdy Sambo bos mafia, Taufan menjelaskan yang dimaksudnya adalah Sambo mampu mengendalikan puluhan polisi, bahkan yang di luar kendalinya (reskrim), serta melakukan rekayasa obstruction of justice.

Menurutnya, hal tersebut luar biasa.

Baca juga: LPSK Cium Kejanggalan, Putri Masih Cari Brigadir Yosua Setelah Diduga Alami Kekerasan Seksual

"Kata mafia kurang tepat kalau di publik, itu kan istilah obrolan informal sesama teman. Sayangnya direkam dan diposting," ucap Taufan.

Di wawancara lain, kata Taufan, ia menggambarkan kelompok Sambo seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum.

"Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya," tuturnya.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi Janggal, Ini Kata Komnas Perempuan

Taufan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu jadwal untuk menyerahkan rekomendasi ke pemerintah dan DPR.

Salah satu poin rekomendasi tersebut, kata dia, adalah reformasi kelembagaan.

"Ke Presiden dan DPR RI kami akan rekomendasikan soal reformasi kelembagaan (Polri)," jelas Taufan. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved