Sedang Mewabah di Argentina, Legionnaire Pernah Muncul di Bali dan Tangerang pada 1996 dan 1999

Karena sempat mewabah, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan terkait penyakit menular tersebut di tahun 2003.

Editor: Yaspen Martinus
ciphe.org.uk
Bakteri legionella, penyebab penyakit Legionnaire, pneumonia parah berupa peradangan paru-paru. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wabah legionnaire sedang melanda Argentina. Empat orang dilaporkan meninggal.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, penyakit legionnaire pernah ada di Indonesia.

Kasus pertama ditemukan di Bali pada 1996 silam, kemudian Tangerang tahun 1999, serta meluas ke kota lain.

Baca juga: Harga BBM Naik, Din Syamsuddin: Rezim Jokowi Abai Terhadap Amanat Penderitaan Rakyat

"Indonesia sudah pernah ada kasus pertama di Bali tahun 1996 dan Tangerang 1999 dan kota lainnya," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/9/2022).

Karena sempat mewabah, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan terkait penyakit menular tersebut di tahun 2003.

Kepmenkes kala itu diteken Menkes Achmad Sujudi.

Baca juga: Harga BBM Naik, YLKI: Jangan Aji Mumpung Naikkan Harga Komoditas Pangan dan Lainnya

"Sudah ada Keputusan Menkesnya penyakit new emerging saat itu tahun 2003," terang dr Maxi.

Di Kepmenkes itu tertulis:

Legionellosis adalah suatu penyakit infeksi bakteri akut yang bersifat new emerging diseases.

Secara keseluruhan baru dikenal 20 spesies dan penyebab Legionellosis adalah Legionella pneumophila.

Pertama kali penyakit Legionella terjadi di Philadelpia Amerika Serikat pada tahun 1976, dengan jumlah kasus 182 dan kematian 29 orang (CFR 15,9 persen), serta merupakan wabah pertama yang melanda dunia.

Di Indonesia kasus ini terjadi pada sejumlah tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999) dan di sejumlah kota lainnya.

Dari hasil survei tahun 2001, pada air menara sistem pendingin di hotel-hotel yang ada di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 20 persen dari petugas pengelola air menara sistem pendingin tersebut.

Hal ini terlihat dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap darah para petugas pernah terpajan dengan bakteri Legionella.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved