Berita Nasional

Merasa Difitnah dan Dijebak, Ade Yasin Menangis saat Kenang Dirinya Diborgol Tanpa Tahu Kesalahan

Ade Yasin menyebut, dakwaan KPK yang menyebutkan bahwa Pemkab Bogor mengondisikan WTP agar mendapatkan dana insentif daerah tidak tidak berdasar

Editor: Feryanto Hadi
ist
Ade Yasin menangis saat memberikan keterangan sebagai terdakwa dalam sidang dugaan suap auditor BPK di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (5/9/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG-- -Sidang kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin dan sejumlah pihak kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/9/2022)

Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin, bersama tiga anak buahnya, dihadirkan dalam sidang dugaan suap oleh Ade Yasin terhadap Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jabar, demikian dikutip dari Tribun Jabar (Jaringan Warta Kota)

Ketiga anak buah Ade Yasin itu adalah Kasubid Kasda BPKAD Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas PUPR Adam Maulana, dan PPK Dinas PUPR Rizki Tufik Hidayat.

Mereka menjadi terdakwa dalam dugaan suap oleh Bupati Bogor nonaktif terhadap auditor BPK Jabar. 

Baca juga: Sidang Dugaan Suap Ade Yasin, Saksi Ahli KPK: Pertemuan Ade Yasin-Auditor BPK Diperbolehkan

Menurut pantauan Tribun Jabar, dalam sidang kali ini sejumlah kepala desa di Kabupaten Bogor turut menyaksikan proses persidangan. 

Mereka memberikan dukungan moril kepada Ade Yasin yang dianggap tidak terlibat dalam suap terhadap BPK Jabar. 

Sementara itu, dalam persidangan, Ade Yasin menangis karena merasa difitnah terlibat suap saat memberikan keterangan sebagai terdakwa 

"Pakai hati nuraninya Pak. Saya diborgol untuk kesalahan yang saya tidak tahu," ucapnya dengan terisak-isak saat menjawab sejumlah pertanyaan dari Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ucapan Ade Yasin dengan nada meninggi itu lantas disambut sorakan suara dukungan dari peserta sidang, beberapa peserta di antaranya bahkan ikut terisak mengusap air mata.

Baca juga: Sidang Dugaan Suap Ade Yasin, BPK Bantah Ada Permintaan Biaya Kuliah untuk Agus Khotib

Meski begitu, ia mengaku lega karena puluhan saksi yang dihadirkan oleh KPK di persidangan tak ada satupun yang menyatakan bahwa dirinya terlibat dalam dugaan pengondisian laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kabupaten Bogor untuk mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Semua sudah mengaku saksi tidak ada satupun mengatakan saya terlibat. Saya difitnah. Lalu cari apa lagi Bu? Saya di sini mencari keadilan, saya di sini mencari kebenaran, tolong. Kalau saya menjawab tolong didengar juga," kata Ade Yasin.

Menurutnya, dakwaan KPK yang menyebutkan bahwa Pemkab Bogor mengondisikan WTP agar mendapatkan dana insentif daerah (DID) tidak tidak berdasar.

Pasalnya, anggaran kelebihan pendapatan pajak Kabupaten Bogor angkanya jauh lebih besar.

"Saya itu tidak punya kepentingan Pak dengan WTP, kami itu overtarget, tahun 2020 dan 2021 itu overtarget. Jadi tidak perlu lagi WTP, DID. Itu di luar kewenangan saya, karena DID saya tidak perlu lagi, karena overtarget," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved