Kenaikan Harga BBM

Imbas Kenaikan Harga BBM, Ongkos Transportasi Pengiriman Sayuran ke Pasar Tradisional Langsung Naik

Kenaikan harga BBM berdampak pada ongkos pengiriman komoditas sayuran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang naik sekitar 10 persen.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
warta kota/rendy rutama
Mobil pick up di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, biasa menjadi alat transportasi pengiriman komoditas sayuran ke berbagai pasar tradisional di jabodetabek. Kini, ongkosnya naik sekitar 10 persen, dampak kenaikan harga BBM. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ongkos transportasi pengiriman sayuran dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ke pasar tradisional di Jabodetabek dipastikan naik.

Hal itu disampaikan Bayu, salah seorang sopir, bahwa ongkos pengiriman naik sekitar 10 persen.

"Biasanya kalau ke Tanah Tinggi (Kota Tangerang) itu sekali berangkat Rp 500.000, untuk saat ini naik menjadi Rp 550.000," kata Bayu, saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (5/9).

Sebab, apabila terus bertahan dengan harga yang saat ini, akan tidak sebanding dengan pengeluaran yang dirasakannya.

Mengingat, untuk saat ini Bayu masih mendapatkan upah yang serupa dengan hari sebelumnya, namun pengeluarannya sudah berbeda naik hingga perhitungan lebih kurang 25 persen.

"Iya mas, sudah mulai terasa, dari pengisian pertalite saja, yang biasanya Rp 100.000 kita dapat banyak, sekarang cuma 10 liter, otomatis kita harus nambah lagi 25 persen," ucapnya.

Untuk selanjutnya, dia mengungkapkan akan berdampak lain yakni kepada sektor bahan pangan.

"Tapi nanti akan ada keluhan di harga naik untuk sembako," ujarnya.

Rafles Siababan, sopi lainnya, mengatakan hal yang sama.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, DPP REI Desak Presiden Jokowi Segera Umumkan Harga Baru Rumah Bersubsidi

Menurut Rafles, untuk saat ini kemungkinan harga bahan pangan masih di angka normal.

Namun, ke depannya ia menegaskan akan terjadi kenaikan harga.

Karena saat ini para sopir masih melakukan koordinasi dengan para pedagang untuk kenaikan harga tersebut.

"Mungkin pedagangnya belum terbiasa menaikkan ongkos, dan perlahan nanti mulai mengerti," ujar Rafles.

Di pihak pedagang, saat ini sudah terjasdi sedikit kenaikan harga.

Baca juga: Tolak Kenaikan BBM, Buruh dan Mahasiswa akan Demo Serempak, Polisi Amankan 600an SPBU

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved