Kenaikan BBM

Imbas dari Kenaikan Harga BBM, Tarif PO Bus di Terminal Terpadu Pulogebang Mengalami Kenaikan    

Kenaikan harga BBM itu turut memengaruhi tarif meningkat untuk transportasi angkutan umum dalam kota maupun luar kota terkena imbasnya.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Rendy Rutama Putra
Pegawai PO Bus PT Gunung Mulia Putera, Hendry, saat ditemui Wartakotalive.com di terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Senin (5/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, PULOGEBANG - Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Kenaikan harga BBM itu turut memengaruhi tarif meningkat untuk transportasi angkutan umum dalam kota maupun luar kota terkena imbasnya.

Satu Perusahaan Oto (PO) Bus di terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, yakni PT Gunung Mulia Putera, terpantau sudah menerapkan naik tarif, yaitu pada jurusan lintas Jawa Timur dan Jawa Tengah

Pegawai PO Bus PT Gunung Mulia Putera, Hendry (53) mengungkapkan, naiknya tarif tersebut mencapai nominal Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

"Untuk PO Bus PT Gunung Mulia Putera, rata-rata kenaikan harganya di angka kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000, yang membedakan tergantung jarak lokasi saja" kata Hendry, Senin (5/9/2022).

Baca juga: VIDEO : Detik detik Mobil Box di Tuban Terbakar di SPBU Saat Pengumuman Resmi Harga BBM Naik

Baca juga: Menolak Kenaikan Harga BBM, HMI se-Jakarta Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda Jakarta Pusat

Baca juga: Fahri Hamzah: Pencabutan Subsidi BBM Tidak akan Pernah Diterima Rakyat Sampai Kiamat

Hendry berujar bahwa kenaikan harga tersebut sudah mulai berlaku terhitung sejak Minggu (4/9/2022).

Diketahui, saat pemerintah resmi menaikan harga BBM, Hendry mengatakan pihaknya langsung menghubungi kembali pembeli tiket yang sudah memesan sebelum kenaikan harga tiket tersebut berlaku.

Akibat dari hal itu, Hendry menjelaskan bahwa pihaknya menerima kerugian akibat beberapa pembeli tiket urung membeli, karena naiknya harga tersebut.

"Kami langsung hubungi lagi, kita kabari pembeli tiket yang udah pesan, lalu kita jelaskan terkait kenaikan harganya," ujar Hendry.

Di lain tempat, Pegawai PO Bus Santoso di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Defi (44) menambahkan, kenaikan kisaran harga tersebut bersifat relatif, hal itu tergantung keputusan setiap masing-masing PO Bus.

Dibuktikan dengan satu PO Bus yakni Indoren, Defi mengatakan untuk PO ini tidak mengalami kenaikan tarif dan tentunya masih sama dengan hari sebelumnya.

BERITA VIDEO: BBM Naik, Harga Cabai Merah Keriting di Bekasi Melejit

"Kalau untuk PO Indoren, tidak alami kenaikan karena tarif Bus Double Deck. Soalnya ini kelas super, jadi tarifnya sedari awal Rp 400.000," imbuhnya.

Di lain pihak, karyawati PO Bus 27 Trans Jurusan Jakarta - Surabaya-Malang, Linda (25) mengungkapkan pihaknya telah menaikan tarif ongkos.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved