Kenaikan Harga BBM

Fahri Hamzah Tidak Setuju BBM Naik Gara-gara Dikonsumsi Mobil Mewah

Fahri Hamzah tidak terima bahwa kenaikan harga BBM dilandasi dari konsumsi BBM subsidi untuk mobil.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat ditemui awak media di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Anggota DPR RI Fahri Hamzah tidak terima bahwa kenaikan harga BBM dilandasi dari konsumsi BBM subsidi disebut banyak dipakai untuk mobil.

Penolakan kenaikan harga BBM diungkapkan Fahri Hamzah di akun instagramnya pada Senin (5/9/2022).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu mengatakan bahwa argumentasi pemerintah yang menganggap bahwa subsidi hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi tidak bisa diterima rakyat.

“Argumentasi pemerintah yang menganggap bahwa subsidi hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi, bukan rakyat miskin sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga BBM, sebagai alasan yang tidak pernah bisa diterima rakyat sampai kapanpun,” tulis Fahri Hamzah.

Sebab kata Fahri Hamzah, pencabutan subsidi itu merugikan kepentingan rakyat, dan menambah beban hidup masyarakat yang sudah sulit saat ini.

Baca juga: Imbas Harga BBM Naik, Manajemen PO Bus Pandawa Pasrah, Terpaksa Naikkan Tarif

Menurut Fahri Hamzah, sesuai konstitusi, maka tugas pemerintah adalah membantu dan membela rakyat di dalam kesulitan hidup.

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu pun menyarankan agar Pemerintah tidak perlu mengikuti protokol kaum kapitalis, yang tidak menghendaki adanya dukungan kepada rakyat melalui pemberian subsidi.

Diketahui sebelumnya pemerintah juga menaikan BBM non subsidi jenis Pertamax. Harga Pertamax kini mencapai Rp14.500 perliter.

Pengumuman kenaikan BBM diutarakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

Arifin Tasrif mengatakan bahwa ada tiga jenis BBM yang dinaikan pemerintah persabtu 3 September 2022 pukul 13.30 WIB.

Tiga jenis BBM yang naik ialah Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga pertalite kata Arifin Tasrif naik menjadi Rp10 ribu perliter dari sebelumnya Rp7600.

Pun dengan harga solar subsidi juga naik dari Rp5.150 perliter menjadi Rp6.800 perliter.

Bukan hanya BBM subsidi, BBM non subsidi jenis Pertamax juga naik yakni dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 perliter.

“Pertalite dari 7.600 perliter jadi 10 ribu perliter. Solar subsidi dari 5.150 perliter jadi 6800 perliter. Pertamax non subsidi dari 12.500 perliter jadi 14.500 perliter,” jelas Arifin Tasrif.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved