Kenaikan Harga BBM

Dampak Kenaikan Harga BBM, DPP REI Desak Presiden Jokowi Segera Umumkan Harga Baru Rumah Bersubsidi

Pengembang properti yang tergabung di REI mendesak Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan harga baru rumah bersubsidi, buntut harga BBM naik.

Editor: Valentino Verry
industriproperti.com
Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie mengatakan pengembang properti akan menghentikan sementara pembangunan rumah bersubsidi sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait harga rumah bersubsidi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kenaikan harga BBM yang diumumkan Presiden Jokowi, Sabtu (3/9/2022), ternyata mendapat respons negatif dari seluruh kalangan.

Nyaris tak ada kelompok masyarakat yang mendukung kebijakan tersebut, mulai dari rakyat jelata hingga pengusaha yang banyak uang.

Hanya elit politik yang tergabung dalam koalisi mendukung mati-matian kebijakan yang tidak populis itu.

Kini, semua sektor usaha sedang berhitung ulang berapa besar dampak kenaikan harga BBM untuk selanjutnya menetapkan harga baru.

Namun, untuk sektor yang terkena langsung seperti transportasi sudah menaikkan tarif.

Sedangkan sektor properti tengah menghitung dampak kenaikan harga BBM itu, sambil menunggu harga baru bahan bangunan.

Karenanya, asosiasi pengembang rumah bersubsidi meminta agar pemerintah segera mengumumkan harga baru rumah bersubsidi dan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah).

Baca juga: Tips Sandiaga Uno untuk Para Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Menghadapi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan inflasi yang semakin memberatkan pengembang properti dan konsumen.

Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie menjelaskan, dari sisi pengembang properti bakal menahan ekspansi pembangunan proyek-proyek baru.

Selain tertekan harga material yang sudah naik sekitar 15 persen, harga untuk rumah bersubsidi belum diperbaharui selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: Beban Warga Kota Bogor Bertambah, Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot Langsung Terkerek

"Harga produksi makin mahal, apalagi BBM naik semakin berat membangun rumah subsidi," ucap Hari kepada Kontan.co.id, Minggu (4/9).

Hari bilang, sebenarnya pembahasan sudah lama dilakukan antara Kementerian PUPR bersama asosiasi terkait, termasuk REI.

REI sendiri mengusulkan agar harga rumah bersubsidi bisa naik 20 persen. Namun pada akhirnya disepakati harga baru ada peningkatan sekitar tujuh persen.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Bikin Beban APBN Berkurang atau Menambah Utang?

Di sisi lain, konsumen pun diberatkan dengan harga rumah bersubsidi yang naik sementara tidak ada kenaikan upah/gaji.

Ditambah pula, dengan suku bunga yang berpotensi naik kembali akibat inflasi yang ditimbulkan oleh penyesuaian harga BBM bakal memberatkan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Oleh karena itu, Hari meminta agar PPN DTP Properti segera diperpanjang yang bakal berakhir bulan September ini.

Langkah ini diharapkan bisa membantu keekonomian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki tempat tinggal.

"Setidaknya diperpanjang (PPN DTP) hingga akhir tahun 2022," imbuh Hari.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved