Asuransi

Allianz Ajak Milenial Hitung Nilai Kecukupan Produk Asuransi dengan Kakulator Asuransi

PT Asuransi Allianz Life Indonesia ajak milenial untuk hitung kecukupan dan kesesuaian produk asuransi yang dipilih menggunakan kakulator asuransi.

Freepik.com
Ilustrasi asuransi kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Asuransi Allianz Life Indonesia terus mendukung perkembangan industri keuangan dengan cara meningkatkan literasi keuangan, terutama bagi generasi muda.

Dengan penduduk Indonesia didominasi oleh kaum milenial dan gen Z, yang secara persentase kedua kelompok ini mencapai lebih dari 50 persen dari populasi penduduk Indonesia, sangatlah penting bagi kelompok produktif ini untuk dapat mengatur keuangan dengan perencanaan keuangan yang cerdas.

Hal ini dikarenakan ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat dikontrol, seperti PHK atau pemotongan gaji, terserang penyakit dengan biaya pengobatan yang besar, inflasi uang pendidikan, dan sentimen negatif karena geopolitik ataupun ekonomi yang mempengaruhi pasar investasi dan menyebabkan instrument investasi kita merugi.

Menurut Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti, mengatur keuangan dapat diibaratkan dengan membangun rumah, dimana terdapat dua pilar dalam rumah keuangan.

Salah satu pilar tersebut adalah dana darurat untuk berjaga-jaga di saat kondisi darurat dengan jumlah tanggungan atau pekerjaan kita sebagai dasar penentuan berapa dana darurat yang perlu dipersiapkan.

“Idealnya, dana darurat dapat sebesar 3-6 bulan pengeluaran kita. Untuk pilar yang kedua, terdapat asuransi sebagai pilar untuk berjaga-jaga jika terjadi risiko yang tidak terduga atau tidak dapat dikontrol. Jika kedua pilar tersebut sudah kokoh, barulah kita siap untuk berinvestasi,” ujar Ni Made dalam keterangan resmi, Senin (5/9/2022).

Dalam memilih asuransi, terdapat piramida asuransi dengan asuransi kesehatan menjadi prioritas utama. Asuransi kesehatan merupakan asuransi yang paling berdampak dalam hidup kita dan dapat dimulai dari memiliki BPJS, asuransi kantor, ataupun asuransi swasta.

Kedua, terdapat asuransi penyakit kritis yang tidak kalah penting, karena biaya pengobatan penyakit kritis sangatlah mahal, dan sebagai bentuk berjaga-jaga apabila tidak ditanggung oleh BPJS ataupun asuransi kesehatan kantor.

Ketiga, terdapat asuransi jiwa yang wajib dimiliki bagi yang sudah memiliki tanggung jawab atau tanggungan.

Menurut Ni Made, sangatlah penting bagi kita memperhatikan beberapa hal sebelum membeli asuransi. Bisa dimulai dengan cek reputasi perusahaan, dengan memastikan perusahaan tersebut terdaftar di OJK dan memiliki kondisi keuangan perusahaan yang baik.

“Selain itu, memiliki asuransi haruslah disesuaikan dengan kebutuhan. Dan ketiga, pertimbangkan berapa premi yang harus dibayarkan, metode dan periode pembayaran premi, dengan perhitungan idealnya, premi asuransi sebesar 10 persen-15 persen dari total income kita. Dengan begitu, kita dapat lebih bijak dalam memilih asuransi,” paparnya.

Untuk membantu nasabah menilai kecukupan dan kesesuaian produk asuransi yang dipilih, Allianz Indonesia menyediakan kalkulator asuransi atau Insurance Calculator, yang dapat diakses di website resmi Allianz: https://www.allianz.co.id/layanan/investasi0/kalkulator-allianz.html.

Kalkulator ini bisa digunakan untuk menghitung nilai manfaat polis asuransi, dengan mengisi data diri dan tujuan keuangan yang dibutuhkan, seperti perlindungan jiwa, kesehatan, sampai dana pensiun.

Kalkulator ini akan menghitung secara otomatis perkiraan uang pertanggungan, serta manfaat lainnya yang dibutuhkan oleh nasabah, sebagai gambaran awal yang dapat dijadikan referensi nasabah sebelum memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut dan membeli produk asuransi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved