Kenaikan Harga BBM

Harga BBM Naik, Organda Kota Bekasi Tetapkan Tarif Sementara Angkutan Umum Naik Rp.500-1000

Indra Hermawan mengatakan, kenaikan tarif sementara ini sudah disepakati oleh para sopir angkutan umum

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Feryanto Hadi
Rizki Amana
ILUSTRASI: Angkutan umum beralih rute menuju kawasan Palmerah dan Tanah Abang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 

"Kami pasti melakukan penyesuaian harga tiket mulai hari ini. Penyesuaian harga ini untuk jarak pendek berkisar 25 persen, jarak menengah berkisar 30 persen dan jarak jauh berkisar 35 persen- 40 persen," kata Kurnia, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Pertalite di SPBU Vivo Viral karena Harga Lebih Murah, Pengamat: Sedang Branding Produk

Menurut Kurnia, sebenarnya para pengusaha bus sebelum terjadi kenaikan BBM sudah dibebankan dengan kenaikan spare part berkisar 15 persen kurun tiga bulan terakhir.

Sementara, sekarang kembali dihadapi dengan kenaikan BBM, tentu ini cukup memberatkan bagi pengusaha bus.

"Yang harus di ketahui semua pihak adalah sebelum kenaikan BBM solar terjadi harga spare parts sudah naik, dalam kurun waktu 3 bulan ini saja kenaikan harga spare parts sudah sampai 15 persen naiknya;" katanya.

Selain itu, menurut Kurnia, ketersediaan spare part salah satunya ban, menurut dia juga cukup sulit untuk didapatkan kurun waktu Januari 2022 lalu.

Baca juga: VIDEO Dampak Kenaikan BBM, Pemerintah Kucurkan Dana BLT Rp 600 Ribu

Salah satunya yakni ban Tubless Radial, karena terkendala kebijakan import.

"Ban ini juga terkendala oleh kebijakan kuota import, sementara ban jenis Tubless radial dalam negeri belum bisa produksi banyak," katanya.

Dengan kondisi kenaikan harga BBM khususnya solar hingga beberapa spare parts, menurut Kurnia pemerintah perlu memikirkan dampak luasnya khususnya pada bidang transportasi

Selain itu, pembelian solar juga diharapkan tidak lagi dibatasi, setelah terjadinya kenaikan harga BBM saat ini.

"Kami minta setelah ada kenaikan harga solar ini, kami khusus angkutan umum tidak di batasi lagi pembelian nya seperti saat ini. Tapi ini semua tinggal ketegsasan dan pengawasan pemerintah saja," ucapnya. 

Penulis: Yolanda Putri Dewanti/Joko Suprianto

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved