Praktisi Bisnis Menilai Subsidi BBM Dialihkan ke Sektor Produksi dan Petani: Sangat Penting

Praktisi Bisnis Erlan Primansyah menilai bila subsidi bahan bakar minyak (BBM) dialihkan ke sektor produksi dan petani.

Editor: Panji Baskhara
Kolase foto
Ilustrasi - Praktisi Bisnis Erlan Primansyah menilai bila subsidi bahan bakar minyak (BBM) dialihkan ke sektor produksi dan petani. 

WARTAKOTALIVE.COM - Praktisi Bisnis Erlan Primansyah mengatakan pemerintah pusat harus menjamin bantuan ke masyarakat, yakni berupa subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Namun, Erlan Primansyah berharap, apabila bantuan subsidi BBM tersebut harus tepat sasaran ke masyarakatr.

Caranya, subsidi BBM tersebut bisa dialihkan ke sektor produksi bagi rakyat miskin dan pengusaha yang ada di daerah.

"Menurut saya subsidi ini dialihkan ke sektor produksi dan terutama sektor petani untuk masyarakat yang memang tidak mampu secara ekonomi, itu sangat penting diberikan subsidi," ujarnya Praktisi Bisnis Erlan Primansyah dalam keterangan tertilisnya, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Pemerintah Segera Penyesuaian Subsidi BBM, Sekjen PMKRI Harap Mahasiswa Kawal Ketat

Baca juga: PDIP Minta Pemerintah Cari Terobosan Lain, Jadikan Kenaikan Harga BBM Opsi Paling Terakhir

Baca juga: DPR Sebut Subsidi BBM Bisa Dipangkas 70 Persen: Saya Kira Ini Dilakukan Segera

Erlan Primansyah berkata kenaikan pada Pertalite itu tidak begitu berdampak terhadap pengusaha.

Sebab, banyak pengusaha masih menggunakan BBM jenis Solar untuk distribusi barang menggunakan truk di jalur darat.

"Mereka yang operasikan tenaga panen itu yang dibutuhkan dan disubsidi kalau Pertalite memang dipakai petani paling untuk motor atau mobil tapi kalau kita bicara solar petani sangat membutuhkan," ujar Erlan.

Hingga kini, Kementerian Sosial (Kemensos) masih mendata dan menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Staf Khusus Mensos Faozan Amar mengatakan, salah satu pendekatan untuk mengatasi kemisikinan dengan menekan pengeluaran 8 bansos.

Diantaranya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Pedagang kaki lima (PKL) hingga subsidi Upah (BSU) atau BLT gaji.

"Salah satu pendekatan untuk atasi kemisikinan dengan menekan pengeluaran melalui beberapa jenis bansos," katanya.

Ketua Dewan Pembina Kesatria Muda Republika (KMR) Iwan Bento mengatakan, setelah bantuan itu disalurkan dan warga menerima manfaatnya, ia minta pemerintah untuk mengawal ketersediaan komoditas pangan dan energi.

Seperti contoh, kelangkaan minyak goreng beberapa bulan lalu.

"Jangan sampai minyak goreng hilang, di sini pemerintah harus kaji saya secara pribadi meminta Kemendag dan Satgas Pangan untuk mengawasi jangan sampai BLT turun, lalu daya beli masyarakat hilang."

"Ini harus dikawal jangan smpai ada sekelompok orang mainkan komoditas pangan saat negara krisis," ucapnya.

(Wartakotalive.com/CC)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved