Kenaikan BBM

Pemerintah Resmi Menaikkan Harga BBM, Tarif Bus AKAP pun Dipastikan Bakal Alami Penyesuaian

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia Kurnia Lesani Adnan mengatakan bahwa kenaikkan harga BBM memengaruhi biaya operasional bus AKAP.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Sigit Nugroho
YouTube@Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Sabtu (3/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Kenaikkan harga BBM subsidi jenis pertalite dan solar berdampak langsung terhadap untuk para pengusaha bisnis transportasi darat, khusus perusahaan otobus yang melayani trayek antar kota antar provinsi (AKAP).

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan bahwa kenaikkan harga BBM secara otomatis akan mendongkrak harga tiket bus AKAP akibat penambahan biaya operasional.

"Kenaikan BBM solar ini berdampak langsung terhadap biaya operasional bus. Kami pasti melakukan penyesuaian harga tiket mulai besok," kata Lesani melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/9/2022).

Lesani menjelaskan bahwa penyesuaian harga diberlakukan sesuai dengan rute trayek bus.

Baca juga: Keluhkan Kenaikan Harga BBM Mendadak, Ojek Online: Apa-apa Naik, Penghasilan Tidak

Baca juga: Bak Buah Simalakama, YLKI Catat Empat Poin Penting Tanggapi Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Pengemudi Ojol Sesali Kenaikan Harga BBM, Sementara Penghasilan Stagnan

Untuk bus yang melayani rute jarak pendek, tarifnya akan naik berkisar 25 persen, rute menengah naik 30 persen, dan rute jauh berkisar 35-40 persen.

Belum lagi, beberapa SPBU melakukan pembatasan pembelian kepada bus yang hendak membeli bahan bakar solar. Kondisi tersebut dinilainya semakin mempersulit pengusaha otobus.

"Kami minta setelah ada kenaikan harga solar ini, kami khususnya angkutan umum, tidak di batasi lagi pembeliannya seperti sekarang. Semua ini tinggal ketegsasan dan pengawasan pemerintah saja," ujar Lesani.

BERITA VIDEO: Pertamina Jamin Stok BBM Subsidi Aman Usai Resmi Harga Naik

Lesani berharap, agar pemerintah merangkul para pengusaha otobus yang saat ini juga menghadapi masalah kenaikkan harga spare parts kendaraan.

"Yang harus diketahui semua pihak adalah sebelum kenaikan BBM solar terjadi, harga spare parts sudah naik. Dalam kurun waktu tiga bulan ini saja, kenaikan harga spare parts sudah sampai 15 persen naiknya," keluh Lesani. 

Sebelumnya, pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar serta BBM non-subsidi Pertamax 92 yang diberlakukan pada Sabtu (3/9/2022) ini, sejak pukul 14.30 WIB.

Adapun tarif baru yang berlaku yakni, Pertalite dari harga Rp 7.650 naik menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari harga Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Kemudian Pertamax 92 dari harga Rp 12.500 naik menjadi Rp 14.500.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved