DPRD DKI Kecewa, Usulan 3 Kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta Diberikan Jelang Anies Baswedan Pensiun

DPRD DKI Jakarta kecewa dengan tawaran Mendagri Tito Karnavian terkait usulan tiga kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta jelang Anies Baswedan pensiun.

Kompas.com
Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mengatakan pihaknya kecewa dengan tawaran dari Mendagri Tito Karnavian terkait usulan tiga kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta jelang Anies Baswedan pensiun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisi A DPRD DKI Jakarta kecewa dengan tawaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar mengusulkan tiga kandidat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Soalnya penawaran itu diberikan di akhir Agustus atau 1,5 bulan sebelum Anies Baswedan pensiun pada 16 Oktober 2022.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua menilai, tawaran itu sebetulnya hanya sebatas formalitas saja, dan terkesan ingin membangun adanya upaya demokrasi dalam memilih figur Pj Gubernur.

Jika pemerintah pusat berniat memberi kesempatan kepada DPRD DKI soal figur Pj Gubernur, seharusnya tawaran itu diberikan jauh sebelum Anies Baswedan lengser dari jabatannya sehingga dewan bisa menyiapkan sosok yang tepat.

“Ini (usulan tiga kandidat) diberikan sejak 31 Agustus, waktunya cukup mepet dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Anies Baswedan,” kata Inggard pada Sabtu (3/9/2022) malam.

Baca juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Pilihan Jokowi dari PDIP Diminta Bersikap Netral Saat Bekerja

Dengan masa jabatan Pj Gubernur hingga 2,5 tahun, seharusnya Kemendagri menawarkan usulan kandidat itu sejak enam bulan sebelum Anies pensiun.

Selain itu, para kandidat juga harus diumumkan kepada publik demi menjunjung sikap transparansi.

“Seharusnya enam bulan sebelum selesai masa jabatan Gubernur, Mendagri dan Presiden sudah bisa mengirimkan nama-nama calon yang akan masuk dalam seleksi untuk menjadi Pj Gubernur DKI,” ucapnya.

Inggard mengatakan, DPRD DKI harus bekerja dengan cepat untuk menentukan tiga kandidat Pj Gubernur kepada Kemendagri.

Sejauh ini di lingkup Pemprov DKI Jakarta, hanya Sekda DKI Jakarta Marullah Matali yang memenuhi syarat administrasi yaitu pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya atau eselon I.

Baca juga: Terkait Pj Gubernur DKI Jakarta, Wagub DKI Ariza Yakin Presiden Memutuskan yang Terbaik

“Untuk saat ini memang hanya Pak Marullah yang JPT madya, karena posisi empat Deputi Gubernur kan kosong. Tapi bisa saja teman-teman (DPRD) mengusulkan nama lain di luar Pemprov DKI Jakarta,” ucap Inggard yang juga menjadi Wakil Sekretaris I Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini.

Meski begitu, Inggard belum mengetahui tiga nama kandidat yang akan diusulkan DPRD kepada Kemendagri.

Tiga nama itu akan diputuskan melalui Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) yang dihadiri oleh Ketua Komisi A sampi E dan Ketua dari sembilan fraksi di DPRD DKI Jakarta.

“Jadi ini seolah-olah demokrasi dibuka seluas-luasnya, padahal itu waktunya sudah mepet. Kalaupun kami sodorkan, belum tentu akan dipilih kan gitu, karena kewenangan adanya di sana,” kata dia.

Baca juga: Memenuhi Syarat, Marullah Matali Hampir Pasti Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta Gantikan Anies Baswedan

“Harusnya buka-bukaan, Presiden dan Kemendagri mencalonkan siapa dan dibawa lagi ke DPRD. Terus DPRD punya kandidat, dimainkan (diseleksi) lah, sehingga kembali lagi ke Presiden jadi tiga nama,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Mendagri Tito Karnavian mengungkap, akan ada enam kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan dua pihak. Tiga nama diajukan DPRD DKI Jakarta dan tiga nama lagi oleh Kemendagri

Surat usulan tiga kandidat itu juga telah disampaikan Tito kepada DPRD DKI Jakarta pada Rabu (31/8/2022) lalu.

Penyampaian nama-nama Pj Guberur DKI nantinya akan melewati tahap sidang kementerian/lembaga, termasuk KPK dan Polri. Bahkan Presiden Jokowi akan memimpin sendiri sidang tim penilai akhir (TPA) untuk menentukan Pj Gubernur DKI Jakarta.

“Presiden nanti akan melaksanakan sidang TPA yang nanti tentu akan berkembang. Apapun keputusannya, itulah hasil sidangnya, mekanismenya,” kata Tito. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved