Pencabulan Anak

Seorang Ibu di Kota Bogor Bersikap Berani, Tolak Permintaan Damai pada Pelaku yang Mencabuli Anaknya

Aksi pencabulan terjadi di Kota Bogor, yang bikin miris korbannya anak penyandang disabilitas. Untung sang ibu berani, tolak wacana damai.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Ilustrasi - Seorang ibu di Kota Bogor tolak perdamaian dengan pelaku yang telah mencabuli putrinya yang menyandang disabilitas. Ibu itu ingin pelaku dihukum berat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Terjadi aksi pencabulan yang melibatkan penyandang disabilitas di wilayah Kelurahan Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Korban berinisial GSN (13) yang masih duduk di bangku SMP Kelas 7.

Mengetahui anaknya mendapat perlakuan seperti itu, ibu korban GSA langsung melaporkan kepada Polresta Bogor Kota

"Sehari setelah kejadian itu saya langsung lapor polisi, efeknya anak saya trauma dan ketakutan kalo ketemu orang, sekarang ia lebih milih tidur ketika mengingat kejadian tersebut," ungkap GSA. 

GSA akan terus berupaya mencari keadilan untuk buah hatinya. 

"Saya menolak jalur damai dan secara tegas ingin pelaku dihukum maksimal. Sebagai orangtua saya sudah sangat sakit hati," ucapnya.

Baca juga: Dinas LH DKI Jakarta Diminta Tanggung Jawab Terkait Kasus Pencabulan Anak di Kali Adem

"Karena akan banyak lagi korban kalo saya ambil langkah itu. Ujungnya bebas lagi buat pelaku seperti ini," tambahnya. 

Menurut GSA sudah berapa banyak pemberitaan di media terkait pencabulan disabilitas, namun semua hanya lewat begitu saja. 

Dirinya memastikan ingin mendapatkan keadilan untuk anaknya tercinta. 

"Kenapa saya berani blow up? Karena berharap kasus ini dapat terselesaikan dengan tuntas sampai pelaku dihukum maksimal, ini semua demi anak saya," ujarnya. 

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Dilakukan Oleh Driver Ojek Online Terhadap Seorang Remaja Korban Lakalantas

"Kalau saya bertindak sendiri, dengan gegabah saya juga yang akan kena hukum. Saya cuma berharap hukumnya berjalan dengan adil," tambahnya. 

Kasus ini pun tertera pada laporan kepolisian dengan nomor LP/B/988/VIII/2022/SPKT/POLRESTABOGORKOTA/POLDAJABAR tertanggal 27 Agustus 2022.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto menuturkan saat ini pihaknya masih dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan. 

"Saat ini kamis masih dalam tahap proses pemeriksaan, penyelidikan, karena kan kami harus hati-hati sebab korban jika dilihat kondisinya ini masih dalam keadaan trauma sehingga kami juga harus berkoordinasi dengan dokter," ungkap Dhoni. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved