Viral Medsos

Viral Video Oknum Polisi di Polsek Kembangan Suruh Wartawati Bicara Sama Pohon

Viral video oknum polisi di Polsek Kembangan suruh wartawan untuk bicara atau wawancara dengan pohon.

Twitter
Viral video polisi suruh wartawan bicara sama pohon 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Viral video oknum polisi di Polsek Kembangan suruh wartawan untuk bicara atau wawancara dengan pohon.

Pria itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam lalu masuk ke dalam ruangan kaca. 

Bahkan salah seorang wartawan yang akan masuk tidak diperbolehkan hingga di wartawan sampai teriak " Anda kasar sama saya," demikian video yang terdengar. 

Dalam video itu terlihat seorang oknum polisi mengenakan kemeja putih mengarahkan seorang jurnalis wanita dengan kerudung hitam ke sebuah taman.

Pria tersebut kemudian menunjuk taman itu sambil meminta jurnalis menunggu sejenak.
  
"Kamu tunggu dulu, kamu bicara dulu sama pohon dulu sebentar ya," kata pria tersebut.


 
Reporter wanita itu kemudian menolak dan berusaha meminta penjelasan dari oknum polisi tersebut, namun tak digubris.

Pria itu kemudian langsung berjalan masuk ke dalam gedung.
 
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono mengaku telah mengetahui video yang viral itu.

Hanya saja, Joko masih harus memastikan kebenaran video tersebut.
 
"Kita klarifikasi kepada yang bersangkutan bagaimana peristiwa sebenarnya kalau ada kesalahan dari pihak personel nanti kita akan beri peringatan ataupun sanksi," ujar Joko kepada wartawan, Rabu (31/8).

Dikonfirmasi terpisah, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Ikhsan membenarkan bahwa pria itu merupakan anggota Polsek Kembangan.

Menurutnya, kasus itu kini tengah ditangani Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya
 
 "Ya (anggota Polsek Kembangan). Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi ke Paminal Polda," jelas Ikhsan.
 
Senada dengan Joko, Ikhsan juga meminta waktu untuk mencari kebenaran terkait adanya video yang viral tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak mesti dilakukan lebih dulu.
 
 "Ya belum, kan baru itu. Mungkin itu videonya hanya sepotong jadi orang penafsirannya berbeda, apa sebabnya kan, nanti akan dicek lagi," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved