Pengeroyokan

Divonis 8 Bulan Penjara, Enam Pengeroyok Ade Armando Menangis

Enam orang pelaku pengeroyokan terhadap akademisi Ade Armando divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).

Tribunnews/Ilham Rian Pratama
Enam terdakwa pengeroyok Ade Armando divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022). Keenamnya menangis usai pembacaan putusan hakim. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Enam orang pelaku pengeroyokan terhadap akademisi Ade Armando divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).

Vonis ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus pengeroyokan Ade Armando ini yakni 2 tahun penjara.

Usai pembacaan putusan, keenam terdakwa menangis. Mereka mengaku menerima putusan hakim.

Teriakan dan takbir dari massa sidang yang hadir juga terdengar usai pembacaan putusan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhannad Bagja, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang menyebabkan orang luka pada tubuhnya," kata Hakim Ketua Dewa Ketut Kartana di PN Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).

"Karenanya menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa satu sampai enak tersebut, masing-masing selama 8 bulan penjara" katanya.

Baca juga: Enam Pengeroyok Ade Armando Dituntut Hukuman Dua Tahun Penjara

Baca juga: Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando, Saksi dari Polisi Sempat Dengar Teriakan Ada yang Meninggal

Para terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 170 KUHP ayat 2, tentang pengeroyokan.

Setelah membacakan putusan, hakim bertanya ke para terdakwa apakah menerima putusan atau akan banding.

"Apakah terdakwa menerima putusan?" kata hakim. Para terdakwa menjawab dengan anggukan.

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved