Polisi Tembak Polisi

Penyidik Belum Tahan Putri Chandrawati, Deolipa Yumara: Kesalahan Fatal

Menurutnya, perlakuan penyidik terhadap istri Ferdy Sambo itu terkesan istimewa. 

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Deolipa Yumara, bekas kuasa hukum tersangka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, menyayangkan penyidik belum menahan Putri Candrawathi, tersangka lainnya di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Deolipa Yumara, bekas kuasa hukum tersangka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, menyayangkan penyidik belum menahan Putri Candrawathi, tersangka lainnya di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Menurutnya, perlakuan penyidik terhadap istri Ferdy Sambo itu terkesan istimewa. 

Sebab, pasal yang dikenakan kepada Putri cukup berat, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Untuk itu, ia menyayangkan penyidik tak menahan Putri, karena dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti.

“Sangat disayangkan sekali ada kefatalan dalam sepanjang sejarah penyidikan Polri dalam menangani kasus PC ini."

"Dalam kasus pembunuhan berencana, tersangka itu ditahan karena dikhawatirkan menghilangkan barang-barang bukti dan membuat keterangan palsu di masyarakat,” kata Deolipa saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Jadi Tersangka dan Belum Ditahan, Putri Candrawathi Dicegah ke Luar Negeri

Deolipa mengaku tak habis pikir jika Putri masih bisa berkeliaran. Sebab, dalam sejarah kasus yang ditangani Mabes Polri, belum ada tersangka yang dijerat pasal 340 tidak ditahan. Untuk itu, Deolipa meminta penyidik melihat rasa keadilan masyarakat.

“Saya lama di Polres Jakarta Selatan, kira-kira 15 tahun, yang ikut serta memberikan bantuan hukum dan bahkan membantu dalam teknis penyidikan."

"Tidak pernah sekalipun tersangka pidana dengan persangkaan pasal 340 UU Pidana kemudian bebas bekeliaran,” beber Deolipa.

Baca juga: DAFTAR Tiga Kandidat Vaksin Cacar Monyet yang Bakal Dipakai Indonesia, 2.000 Dosis Sudah Didatangkan

Atas persoalan itu, Deolipa lantas membandingkan perlakuan kejahatan lain dan lebih rendah ketimbang yang dialami Putri.

Katanya, banyak kasus yang ancaman pidananya lebih rendah, tapi tersangkanya ditahan.

“Pelaku penipuan ditahan, pelaku nyolong ayam ditahan, penganiayaan ringan ditahan."

Baca juga: Di Magelang, Kuwat Maruf Sempat Ancam Brigadir Yosua Pakai Pisau Jika Berani Naik ke Atas

"Loh, ini kasus pembunuhan berencana bebas berkeliaran, makanya ini adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Dirtipidum yang menjadi bawahan Kabareskrim Mabes Polri.”

“Saya berharap kasus ini bisa direkonstruksi ulang, saya juga meminta PC supaya bisa ditahan pada hari ini,” tegasnya. (Fandi Permana)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved