Berita Kriminal

Tersangka Belum Dibekuk, Kuasa Hukum Korban Penipuan Perizinan Tambang Nikel Mengadu ke Propam Polri

Kuasa hukum korban kasus penipuan bermodus pengurusan perizinan tambang nikel, Rendra Septian mendatangi Mabes Polri.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Kuasa hukum korban kasus penipuan bermodus pengurusan perizinan tambang nikel, Rendra Septian mendatangi Mabes Polri, Selasa (30/8/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Rendra Septian, kuasa hukum korban penipuan bermodus pengurusan izin tambang nikel mendatangi Mabes Polri, Selasa (30/8/2022).

Kedatangannya itu terkait ketidakprofesionalan aparat yang hingga saat ini belum menangkap AS, tersangka kasus penipuan itu.

AS diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka dan belum kunjung ditahan sejak tahun 2019 yang lalu. 

"Kami melaporkan ke bagian Propam Mabes Polri tentang pengaduan laporan polisi nomor LP/B/0454/2019"

Baca juga: Kasus Penipuan Perhiasan Emas di Jakarta Barat Mandek, Korban Hanya Ingin Barang Berharganya Kembali

Baca juga: Polisi Tetapkan RAS Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Penggelapan Hingga Pencurian Uang Perusahaan

Baca juga: LGBT Jadi Sasaran Pelaku Penipuan Lewat Aplikasi Kencan, Polisi Bekuk Lima Orang

"Adapun kami adukan itu penyidik dan pimpinannya di Subdit 1 Kamneg Dittipidum Bareskrim Polri," kata Rendra Septian di Mabes Polri, Selasa (30/8/2022).

Terlihat aduan tersebut tercantum pada Nomor: SPSP2/4940/VIII/2022/Bagyanduan.

Aduan tersebut dilayangkan langsung pada tanggal 30 Agustus 2022.

"Berkaitan dengan laporan kami laporkan berkaitan dugaan ketidakprofesionalan para penyidik di Bareskrim Polri"

"berkaitan dengan perkara yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun tersangka ini belum ada tindak lanjut, apakah akan ditahan atau bagaimana," katanya.

Dalam surat aduan tersebut tertulis 'Pengaduan atas dugaan ketidakprofesionalan yang dilakukan Penyidik Unit 1 Kamneg Dittipidum Bareskrim Polri terkait laporan polisi Nomor: LP/B/0454/V/Bareskrim tanggal 10 Mei 2019 atas nama pelapor berinisial ER.

Sebelumnya Bareskrim Polri diminta segara melakukan penahanan mantan bos pelumas kendaraan bermotor, AS.

AS sendiri ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus pengurusan izin tambang nikel sejak tahun 2019.

"Kami meminta kepada Bareskrim Polri untuk segera menangkap yang bersangkutan. Karena sejak penetapan tersangka pada 2019 belum ada penangkapan atau penahanan," ujar Rendra Septian di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2022).

Berdasarkan surat ketetapan, AS ditetapkan tersangka sejak 17 Desember 2019.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved