Ruang Terbuka Hijau

PT KAI akan Tertibkan Ratusan Bangli dan Lokalisasi Gunung Antang untuk Ruang Terbuka Hijau

Lokalisasi dan bangunan liar yang ada di Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur, ditertibkan oleh PT KAI. Selanjutnya dijadikan ruang terbuka hijau.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
warta kota/rendy rutama
Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa, mengatakan penertiban bangli dan lokalisasi Gunung Antang terpaksa dilakukan di atas lahan milik PT KAI, karena ingin dijadikan ruang terbuka hijau. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penertiban lokalisasi dan bangunan liar di Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (30/8/2022).

Selanjutnya, lahan tersebut akan digunakan untuk ruang terbuka hijau.

Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa, penertiban ini untuk mewujudkan harapan membuka ruang terbuka hijau.

Ke depannya, lanjut Eva, akan melayangkan surat ke jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur, terkait pemberitahuan pelaksanaan.

"Tentunya ini kan memang area yang seharusnya steril. Jadi kita sudah bersurat ke pemerintah kota agar dapat dibuatkan ruang terbuka hijau," kata Eva.

Selain itu, untuk langkah antisipasi lainnya, Eva menjelaskan akan bekerjasama dengan aparat untuk rutin Patroli di lokasi Gunung Antang yang sudah ditertibkan.

"Ke depannya kita juga akan melakukan penjagaan terpadu bersama dengan pihak TNI Polri, KAI, dan pemerintah kota," tuturnya.

Baca juga: Belasan Tahun Berdiri, Warga Pantura Minta Pemkab Tangerang Bongkar Bangli di Bantaran Kali Cisadane

Perlu diketahui, penertiban yang masih berlangsung hingga saat ini, sekira pukul 12.06 WIB tersebut dilakukan dengan bantuan para aparat beserta jajarannya.

"Hari ini dilakukan penertiban di mana kami dibantu oleh pihak kepolisian kemudian juga TNI dan pemerintah kota Jakarta Timur beserta jajaran dalam proses penertiban," lugas Eva.

Selama proses penertiban berlangsung, nampak juga alat berat yang terlihat dimanfaatkan petugas untuk merobohkan bangunan.

Baca juga: Preman di Lokasisasi Gunung Antang Jaktim Mengamuk, Serang Warga Rawa Bunga, Ada Letusan Tembakan

"Secara keseluruhan di area Gunung Antang ini ada 120 bangunan liar yang sudah kita data, dan terletak di lahan seluas 2500 meter persegi. Untuk hari ini kita akan tuntaskan keseluruhan penertiban," tuturnya.

Pembongkaran tersebut juga sudah direncanakan diterapkan karena warga lokalisasi tersebut tidak mengikuti permintaan dari PT KAI untuk melakukan pembongkaran bangunan liar mandiri.

Terkait Surat Penertiban (SP) 1 hingga 3 sudah diterbitkan atau dilayangkan, namun hal itu tidak digubris pihak terkait.

Maka dari itu, Eva mengungkapkan agenda pembongkaran yang dilakukan pada hari ini, didasari atas dasar tersebut.

Pembongkaran bangunan liar Gunung Antang, Selasa (30/8/2022).
Pembongkaran bangunan liar Gunung Antang, Selasa (30/8/2022). (warta kota/rendy rutama)

Tujuan pembongkaran lainnya juga didasari kejadian penyerangan beberapa waktu lalu, dari komplotan preman Gunung Antang ke permukiman warga RW 01, Kelurahan Rawabunga, Kecamatan Jatinegara.

Peristiwa tersebut persisinya terjadi pada Minggu (12/6/2022), dan Senin (13/6/2022) dini hari. Komplotan preman tersebut melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam, batu, hingga senjata api.

"Penertiban area Gunung Antang yang diduga menjadi satu lahan yang digunakan secara ilegal untuk prostitusi atau perjudian yang pasti area Gunung Antang ini milik PT KAI yang ditempati secara ilegal," ujarnya.

Di akhir penjelasannya, ia berharap dan berupaya keseluruhan jajarannya, hingga pihak relevan bisa bekerja sama untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi.

"Kita akan tetap berupaya agar tidak ada lagi penempatan ilegal yang tidak sesuai dengan undang-undang," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved