Kasus Tewasnya Santri Ponpes Daarul El Qolam Telah Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Tangerang

Polresta Tangerang limpahkan kasus perkelahian antarsantri Pondok Pesantren Daarul El Qolam yang menewaskan satu orang ke Kejari Kabupaten Tangerang.

Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Dudung memegang foto cucunya tercinta, Bintang Daffa (15) santri Pondok Pesantren Daarul El Qolam yang tewas dihajar temannya sendiri. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Polresta Tangerang telah melimpahkan kasus perkelahian antarsantri di Pondok Pesantren Daarul El Qolam yang menimbulkan korban tewas ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini mengatakan, proses persidangan kasus perkelahian antar santri yang menewaskan Bintang Daffa tinggal menunggu dijadwalkan.

"Perkara santri sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, sudah masuk tahap 2," ujar Kompol Zamrul Aini, ditemui di Kantor DJBC Provinsi Banten, Selasa (30/8/2022). 

Dalam perkara pidana penganiayaan hingga hilangnya nyawa korban itu, hanya terdapat satu orang tersangka, yakni MRE, yang juga santri di Pesantren tersebut. 

Baca juga: Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Pengawasan di Empat Wilayah Perbatasan karena Rawan Tawuran

Menurutnya, dua orang pengurus Pesantren Daarul El Qolam sempat menjalani pemeriksaan oleh Polresta Tangerang.

Pemeriksaan yang dilakukan, terkait aksi kekerasan yang terjadi hingga menyebabkan seorang santri meninggal dunia. 

"Jumlah tersangka hanya satu, yang juga seorang santri di ponpes itu, pasalnya undang-undang perlindungan anak," kata dia.

"Kalau pihak pengurus ponpes kita periksa hanya sebatas menjadi saksi saja, untuk dugaan kelalaian belum sampai kesana," terangnya.

Baca juga: VIDEO Sidang Kasus Binomo Indra Kenz Berlangsung Hampir 7 Jam di PN Tangerang

Zamrul pun mengimbau, agar lembaga pendidikan seperti pondok pesantren atau lembaga lain yang menerapkan sistem asrama, harus lebih memperketat pengawasan terhadap siswa-siswi ataupun santrinya.

"Lembaga pendidikan yang terutama memiliki lingkungan asrama, tentu harus lebih ketat lagi pengawasannya," ucapnya.

"Karena anak-anak ini kan masih remaja, jangan sampai melakukan perbuatan-perbuatan sudah tindak pidana, menghilangkan nyawa," Kompol Zamrul Aini. 

Sebelumnya diberitakan, Polresta Tangerang menetapkan MRE sebagai tersangka kasus perkelahian antar santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul El Qolam yang menyebabkan Bintang Daffa (15) tewas.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini mengatakan, MRE ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 6 orang saksi.

Baca juga: Pemkot Tangerang dan AP II Bahas Kerja Sama Perbaikan Jalan Juanda dan Garuda yang Rusak Parah

"Setelah dilakukan olah TKP, autopsi dan pemeriksaan 6 orang saksi, kami menetapkan MRE sebagai anak pelaku, lantaran berkelahi dengan korban hingga menyebabkan meninggal dunia," kata Kompol Zamrul Aini kepada awak media, Selasa (9/8/2022) lalu.

Akibat perbuatannya, MRE dikenakan dengan Pasal 80 ayat (3), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kendati demikian, berdasarkan pertimbangan dan kewenangan penyidik MRE tidak dilakukan penahanan secara fisik. Hal tersebut merujuk pada Pasal 32 ayat (1) UU RI No.11/2012, tentang sistem peradilan anak.

"MRE sebagai Anak Pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," ungkapnya. (m28)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved