Lifestyle

Jangan Biarkan Minyak Jelantah Dibuang Sembarangan, Sebaiknya Dikumpulkan jadi Bermanfaat

Minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja, kini dapat dikumpulkan dan mendapatkan poin lalu mendapat uang

istimewa
Minyak jelantah yang biasanya dibuang percuma bisa dikumpulkan dan mendapatkan poin lewat aplikasi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Makanan serba digoreng merupakan makanan yang digemari orang Indonesia. 

Selain praktis, mudah, dan lebih lezat.

Contohnya saja saat sarapan, dengan nasi lalu menggoreng telur ceplok sudah jadi sarapan. Bandingkan dengan harus memasak sayur misalnya.

Dikutip dari Nakita, tentang alasan orang Indonesia suka gorengan, Indra Ketaren dari Gastronomi Indonesia, mengatakan, hampir semua menu makanan andalan orang Indonesia pasti digoreng.

Mulai dari makanan utama sampai camilan dan kue-kue pun digoreng.

Indra mengatakan, ada penyebabnya makanan yang digoreng penampakannya lebih menantang dibandingkan makanan yang direbus atau dibakar. 

"Kalau disuguhi ayam rebus dan ayam goreng, banyak yang memilih ayam goreng soalnya penampakannya lebih menarik selera," katanya. 

Apalagi makanan yang digoreng ada sensasi kriuk-kriuk yang membuat lidah bergoyang. "Sensasi yang tidak didapatkan dari makanan yang direbus atau dibakar. Bunyi kriuk-kriuk pun terasa merdu di telinga," ujar Indra. 

Kebiasaan makanan yang digoreng ini pun memunculkan sisa minyak yang digoreng yang kemudian menjadi limbah berupa minyak jelantah (sering juga disebut UCO = Used Cooking Oil).

Minyak jelantah sebagian dihasilkan oleh pemakaian minyak goreng di industri, seperti restoran, warung, kafe, hotel, pabrik (kerupuk, kentang goreng, kacang goreng, keripik, dll) yang jumlahnya sekitar 9 persen.

Tapi ternyata  sebagian besar minyak jelantah justru dihasilkan oleh rumah tangga (terutama di daerah perkotaan), yang jumlahnya mencapai sekitar 91 persen (sumber: Katadata Insight Center, 6 Agustus 2020).

Baca juga: Truk Tangki Bermuatan Minyak Goreng Curah Kecelakaan, Warga Berebut Menampung Tumpahan Minyak Goreng

Berangkat dari hal itu, PT Sejahtera Karna Menggoreng (PT SKM) mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat lewat aplikasi.

Minyak jelantah yang dihasilkan oleh industri ini sudah banyak yang mengumpulkan, sedangkan yang dari rumah tangga masih belum banyak yang mengumpulkan, sebagian besar dibuang begitu saja oleh ibu-ibu rumah tangga (terutama yang tinggal di daerah perkotaan) ke wastafel atau tempat cuci piring, tempat sampah, selokan/got, tanah, dan sungai.

Kebiasaan ini dapat mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan banjir.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved