Polisi Tembak Polisi

Kejaksaan Agung Teliti Berkas Tersangka Putri Candrawathi

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung meneliti berkas perkara Putri Candrawathi tersangka pembunuhan Brigadir J

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Fadil Zumhana selaku Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum pada Senin (29/8/2022), menyatakan pihaknya baru saja menerima berkas perkara Putri Candrawathi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J dan sedang diteliti. Sementara berkas 4 tersangka lainnya dinilai belum lengkap dan akan dikembalikan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung telah menerima berkas salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Putri Candrawathi.

Fadil Zumhana selaku Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum mengatakan, Kejagung menerima berkas pelimpahan berkas perkara dari Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (29/8/2022) pagi.

"Kalau berkas ibu PC ini tadi pagi baru kami terima dari penyidik Bareskrim," ujarnya, kepada wartawan di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin siang.

Selanjutnya, pihaknya akan meneliti berkas perkara tersebut guna menentukan apakah berkas perkara dinyatakan lengkap atau belum secara formil maupun materiil.

"Dan kami akan melakukan langkah yang sama yaitu penelitian," kata dia.

Artinya, total Kejagung telah menerima berkas perkara lima tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca juga: Kebohongan Putri Candrawathi di Magelang Dibongkar, Ferdy Sambo Dihasut Kuwat Bunuh Brigadir J

Sebelumnya, berkas empat tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yaitu, Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf, telah diterima pada Jumat (19/8/2022).

Adapun selama 14 hari Jaksa Penuntut Umum (JPU) meneliti berkas empat tersangka itu.

Sementara untuk berkas perkara atas empat tersangka, yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf, dan telah diterima Kejagung, Jumat (19/8/2022) lalu, dinyatakan belum lengkap.

Menurut Fadil, masih ada syarat formil yang belum lengkap sehingga berkas perkara itu nantinya bakal dikembalikan.

"Empat berkas sudah ada di Kejagung, sudah diteliti, dan kami dalam proses pengembalian berkas perkara kepada penyidik karena masih ada yang harus diperjelas oleh penyidik tentang anatomi kasusnya," ujarnya.

Baca juga: 3 Pengakuan Putri Candrawathi Salah Satunya Tak Akui Bantu Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

"Dan tentang kesesuaian alat bukti, karena ini harus kami bawa ke persidangan sehingga jaksa itu ketika membawa ke persidangan berkas harus memenuhi syarat formil materil dan bisa dibuktikan," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri sudah melimpahkan berkas perkara kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat ke Kejaksaan Agung pada Jumat (19/8/2022) kemarin.

Dalam perkara tersebut ada empat orang tersangka yaitu Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhadara E, Bripka R dan KM.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved