Harga Telur

Pedagang Pasar Slipi Keluhkan Harga Sembako Naik, Tak Bisa Ambil Keuntungan Banyak

Akibat kenaikan harga bahan pokok, pedagang mengalami kesulitan menjual barang dagangan karena pembelinya mengeluh mahal.

Wartakotalive/Miftahul Munir
Syawal (58) pedagang sembako di Pasar Slipi, Palmerah Jakarta Barat Minggu (28/8/2022) keluhkan harga makin melonjak. 

Harga Bahan Pokok di Pasar Slipi Alami Kenaikan Harga, Syawal Bingung Karena Keuntungan Semakin Menipis

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar salah satunya PD Pasar Jaya Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Minggu (28/8/2022).

Akibat kenaikan harga, pedagang mengalami kesulitan menjual barang dagangan karena pembelinya mengeluh mahal.

Syawal (58) pedagang sembako mengaku, sejak dua Minggu lalu harga telur sudah diangka Rp 32.000.

Kenaikan harga itu secara bertahap dan sampai detik ini masih tetap bertahan, tidak ada tanda-tanda bakal terjadi penurunan harga.

Baca juga: Tri Rismaharini Bantu Emak-emak Cairkan Bansos untuk Atasi Kenaikan Harga Telur Ayam

Ia pun tak berani menyetok banyak telur, hanya satu peti saja dalam satu minggu.

Jumlah tersebut tentunya mengalami penurunan drastis karena saat harga telur satu kilogram Rp 20.000 ia bisa memesan lima peti.
 
"Kalau waktu itu kan naik turun, bertahan di Rp 27.000 terus turun lagi harganya, sekarang malah naik mahal banget Rp 32.000," ucap Syawal kepada Wartakotalive.com.

Selain telur, harga mie instan juga mengalami kenaikan dari harga Rp 2.700 menjadi Rp 3.000 sampai Rp 3.500.

Sama seperti telur, akibat kenaikan harga Syawal tak berani membeli mie instan dalam jumlah banyak karena takut tak laku.

Baca juga: Kepala Disperindag Tangsel Ungkap Harga Pangan Ayam Penyebab Telur Jadi Naik

Dalam seminggu, ia menyediakan mie instan di warungnya sebanyak tiga karton.

Padahal sebelum pandemi Covid-19 ia bisa stok 25 karton per-Minggu.

"Pas pandemi turun jadi 15 karton, selesai pandemi 10 karton dan sekarang cuma tiga karton saja, benar-benar berasa kenaikan harga," tegasnya.

Syawal menambahkan, kenaikan harga juga terjadi pada terigu dari Rp 9.000 per kilogram kini menjadi Rp 11.000 perkilogrannya.

Sedangkan, terigu kemasan merek segitiga biru mengalami kenaikan harga mencapai Rp 13.000.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved