Timbun Ratusan Liter Solar dan Pertalite, Seorang Pedagang di Sukaraja Ditangkap Polres Bogor

Seorang pria ditangkap Polres Bogor karena menimbun ratusan liter solar dan pertalite yang dibeli dari sejumlah SPBU dengan tangki mobil dimodifikasi.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Lokasi seorang pria ditangkap Polres Bogor karena menimbun ratusan liter solar dan pertalite yang dibeli dari sejumlah SPBU dengan tangki mobil dimodifikasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - DM alias Z (35) diamankan oleh Satreskrim Polres Bogor pada Jumat (26/8/2022).

Pria asal Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, ditangkap karena melakukan penimbunan BBM jenis Solar dan Pertalite.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo D.C Tarigan mengatakan pihaknya menemukan timbunan BBM usai menggrebek gudang penimbunan di Sukaraja pada Jumat (28/8/2022).

"Kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut," kata Siswo, Sabtu (27/8/2022).

Dia menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat.

Baca juga: 14 Parpol Daftarkan Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu 2024 ke Bawaslu

"Warga menginformasikan adanya penimbunan BBM di gudang tersebu," ujarnya.

Setelah mendapat informasi awal, Satreskrim Polres Bogor melakukan penyelidikan pada Jumat 26 Agustus 2022.

"Kanit dan anggota Unit Tipidter Polres Bogor turun ke lokasi yang diduga ada penimbunan BBM solar dan pertalite," jelas Siswo.

Polisi lalu mengamankan pelaku  berinisial DM alias Z (35) ke Polres Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita juga menyita barang bukti berupa 8 drum solar dengan kapasitas 200 liter dan 11 drum kosong, 18 jerigen berkapasitas 35 liter berisikan pertalite dan 1 unit mobil untuk pengangkut solar berkapasitas 1.900 liter," ungkap Siswo.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Belum Temukan Kasus Jual Beli Jabatan ASN di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta

Selain itu, barang bukti lainnya berupa 1 kempu berkapasitas 1.000 liter kosong, 2 selang atu nozlel dan lainnya.

"Pelaku membeli BBM solar subsidi dan pertalite dari pom bensin yang ada di wilayah Bogor Kota," imbuh Siswo.

Dia membeli BBM dengan cara keliling ke setiap pom bensin menggunakan mobil pikap atau truk engkel yang sudah dimodifikasi tangkinya.

"Pelaku dijerat Pasal 55 UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dalam UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tandas Siswo.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved