Art Jakarta 2022

Seniman Kontemporer Heri Dono Tampilkan Instalasi Seni Badut-Badut Politik di Art Jakarta 2022

Seniman Heri Dono membawa sejumlah karya seni komteporer nya berupa lukisan dan juga satu instalasi seni yang berjudul Political Clown.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Seniman kontemporer Heri Dono tampilkan instalasi seni badut-badut politik di Art Jakarta 2022 yang berlangsung 26-28 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, SENAYAN -  Seniman kontemporer yakni Heri Dono, turut serta dalam pameran pameran seni rupa bertajuk Art Jakarta 2022.

Pria kelahiran Jakarta 1960 ini membawa sejumlah karya seni komteporer nya berupa lukisan dan juga satu instalasi seni yang berjudul Political Clown.

“Saya membawa karya instalasi yang judulnya Political Clown yang saya buat pada tahun 1999, kemudian karya seni lukis ada 3 karya yang saya buat pada tahun 2019 kemudian ada 7 lukisan yang saya buat pada tahun 2022,” ujar Heri Dono kepada Wartakotalive.com, Jumat (26/8/2022).

Heri menambahkan, melalui karya political clown ini, Heri ingin menggambarkan bahwa para politisi di era sebelum reformasi seperti badut-badut yang tidak memiliki opini karena semua sudah di dikte oleh kekuasaan yang ada sebelum era reformasi.

“Pada waktu itu hampir semua tidak punya opini karena semua sudah di dikte oleh kekuasaan sebelum zaman reformasi. Jadi sifatnya militeristik dan otoritarian,” ucapnya.

Seniman kontemporer Heri Dono tampilkan instalasi Political Clown di Art Jakarta 2022
Seniman kontemporer Heri Dono tampilkan instalasi seni badut-badut politik di Art Jakarta 2022 yang berlangsung 26-28 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Instalasi berjudul Political Clown ini berbentuk patung-patung kepala yang terbuat dari fiberglass dengan riasan muka seperti wajah badut.

Patung kepala tersebut ditempel diatas potongan kayu, yang diberi lampu lillin api yang melambangkan sebagai roh para badut poltik namun hidup secara mekanis.

“Seperti membuat semacam paduan suara di DPR karena semuanya mengiyakan dari apa yang sudah diinstruksikan langsung oleh Presiden,” ujarnya.

Kemudian dibawah patung kepala berwajah badut ini terdapat botol-botol bertuliskan urine energy yang disambungkan ke patung kepala melalui selang. “Botol urine energy ini dianggap sebagai energi dari otak para politisi ini,” ungkap Heri Dono.

Dalam instalasi seni Political Clown, Heri Dono juga rekaman suara dari Butet Kertaradjasa yang memparodikan suara presiden ke-2 RI, Soeharto yang disambungkan melalui pengeras suara yang juga dihadirkan dalam instalasi seni tersebut.

Heri menyebutkan, bahwa semua karya yang ia ciptakan terinspirasi dari buku, diskusi seni hingga fenomena kehidupan yang terjadi saat ini.

“Misalnya perang antara Ukraina dan Rusia yang membuat terganggunya distribusi bahan pangan dunia. Dari fenomena tersebut, saya buat dalam karya seni lukis yang judulnya desire of peace and war itu ada tulisan proxy war bahwa perang yang sifatnya proxy itu juga terjadi dalam kehidupan saat ini,” ungkapnya.

Pameran karya Heri Dono tersebut merupakan bagian dari presentasi karya Srisasanti Gallery di ajang Art Jakarta 2022 yang berlangsung dari 26 sampai dengan 28 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
 
Untuk diketahui, ajang Art Jakarta 2022 diikuti oleh total 62 galeri dari dalam dan luar negeri. Dari total itu, 39 galeri berasal dari dalam negeri dan 23 galeri lainnya berasal dari luar negeri.
 
Srisasanti Gallery adalah salah satu dari 39 galeri yang berasal dari dalam negeri. Galeri ini berlokasi di Yogyakarta.
 
Sementara itu, Heri Dono merupakan seniman kontemporer yang berbasis di Yogyakarta. Sang seniman telah keliling dunia untuk memamerkan dan menanggapi berbagai undangan lokakarya dari berbagai negara. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved