Polisi Tembak Polisi
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Yosua Mudahkan Jaksa Lakukan Pembuktian di Persidangan
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyatakan, pentingnya proses rekonstruksi ini lantaran tersangka lebih dari satu orang.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kejaksaan Agung menilai penting rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyatakan, pentingnya proses rekonstruksi ini lantaran tersangka lebih dari satu orang.
"Sangat diperlukan, terlebih pelakunya lebih dari satu orang."
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Bakal Digelar Tertutup, Komnas HAM-Kompolnas Diundang
"Jangankan kasus pembunuhan, kasus tindak pidana korupsi seperti suap memerlukan proses rekonstruksi," kata Ketut kepada wartawan, Sabtu (27/8/2022).
Ia menyatakan, proses rekonstruksi ini juga dapat memudahkan jaksa penuntut umum (JPU) melakukan pembuktian di persidangan.
"Sehingga memudahkan JPU melakukan proses pembuktian di persidangan, dengan melakukan reka ulang setiap kejadian atau fakta hukum yang ada," jelasnya.
Bakal Digelar Tertutup
Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat bakal berlangsung tertutup.
Rekonstruksi tersebut rencananya digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (30/8/2022) pekan depan.
"Ya (berlangsung tertutup)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (27/8/2022).
Dedi menyatakan, nantinya rekonstruksi itu hanya disaksikan oleh penyidik polri dan jaksa penuntut umum (JPU).
"Hanya penyidik, JPU. (Eksternal) Komnas HAM dan Kompolnas," jelasnya.
Dedi menuturkan, rekonstruksi itu akan menghadirkan lima tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf, dan Putri Candrawathi.
Baca juga: Usulkan Jadwal Pilkada Serentak 2024 Dimajukan ke Bulan September, KPU Bakal Koordinasi dengan DPR
"Menghadirkan seluruh tersangka, lima orang yang sudah ditetapkan tersangka," ujarnya.
Rekonstruksi, kata Dedi, bertujuan memperjelas konstruksi hukum di kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
"Dari Dirpidum menyampaikan untuk memperjelas kontruksi hukum dan peristiwa yang terjadi," jelas Dedi.
Baca juga: Komnas HAM: Bharada Eliezer Mentalnya Kuat dan Konsisten, tapi Merokoknya Lama
Ia menyatakan, nantinya JPU juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas soal kasus tersebut. Dengan begitu, berkas perkara itu bisa segera dinyatakan lengkap dan maju ke persidangan.
"Agar JPU mendapat gambaran yang lebih jelas dan sama dengan fakta-fakta dan keterangan para terdangka dan saksi di BAP, agar berkas bisa segera P21," terangnya. (Igman Ibrahim)
Irjen Ferdy Sambo
Kejaksaan Agung
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat
rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua
tersangka pembunuh Brigadir Yosua
Kamaruddin Simanjuntak: Putri Candrawathi Pimpin Gladi Resik Pembunuhan Brigadir J di Magelang |
![]() |
---|
Kesimpulan Jaksa Soal Perselingkuhan Putri Candrawathi Bisa Untungkan Ferdy Sambo di Tingkat Banding |
![]() |
---|
Jampidum: Kalau Status JC Bharada Eliezer Tidak Dipertimbangkan,Tuntutannya Bisa Lebih Tinggi |
![]() |
---|
Tidak Konsisten Hadirkan Saksi Ahli, Majelis Hakim Skors Sidang Terdakwa Arif Rachman Arifin |
![]() |
---|
Tuntutan 12 Tahun Penjara Bharada E Dinilai Sudah Tepat, Kejagung: Ini Sudah Benar, Ngapain Direvisi |
![]() |
---|