Diselesaikan Secara Restorative Justice, Kasus Judi yang Libatkan Irjen Fadil Imran Dihentikan

Kasus Marsil, penyebar hoax soal judi Irjen Ferdy Sambo yang menyeret nama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diselesaikan lewat restorative justice

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Miftahul Munir
Kasus Marsil, penyebar hoax soal judi Irjen Ferdy Sambo yang menyeret nama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diselesaikan lewat restorative justice. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya memutuskan menyelesaikan kasus Marsil, penyebar hoax soal judi Irjen Ferdy Sambo yang menyeret nama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran melalui restorative justice.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengatakan telah dilakukan restorative justice terhadap kasus yang ditangani Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Dilakukan RJ (restorative justice)" ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (27/8/2022). 

Artinya, Fadil telah memaafkan Masril terkait perkara tersebut. Atas hal itu, ia memerintahkan secara langsung kepada penyidik untuk menghentikan kasus tersebut.

"Arahan saya dilakukan RJ ke penyidik," kata Fadil.

Baca juga: Lima Jenderal Ini Sepakat Pecat Irjen Ferdy Sambo Terkait Kasus Kematian Brigadir J

Diberitakan sebelumnya, Marsil penyebar hoax soal judi Irjen Ferdy Sambo dengan menyeret nama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran masih mendekam di rumah tahanan Mapolda pada Jumat (26/8/2022).

Penyidik masih pertimbangkan pengajuan penangguhan penahanan terhadap Marsil warga Pekanbaru, Riau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan meminta kepada masyarakat tidak menyebar hoax di sosial media karena sudah ada Undang-undang yang mengatur.

"Tetapi sekarang tentunya ada juga peraturan Kapolri terkait restorative justic kepolisian dan juga pertimbangan lain dalama rangka kemanusian," tegasnya.

Ia pun berharap, penangkapan terhadap Marsil tidak perku dibesar-besarkan, tapi dijadikan peringatan supaya tidak ada lagi penyebar hoax.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Banding, Pengacara Brigadir J Berharap Putusan Sidang Etik Tidak Berubah

"Bahwa digitalisasi saat ini yang serba terbuka, namun ada batasan-batasannya yang tidak boleh menyebarkan konten-konten yang tidak berdasarkan fakta," tuturnya. 

"Namun, kami memiliki pertimbangan hukum yang lain sesuai aturan yang ada, itu akan dilakukan oleh peyidik untuk kasus ini," sambungnya.

Warga Pekanbaru, Riau bernama Masril sebelumnya diciduk Polda Metro Jaya atas unggahan di akun sosial medianya karena menyinggung Kapolda Metro Jaya dalam kasus Irjen Ferdy Sambo beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Masril menyebarkan unggahan melalui akun TikTok pribadi miliknya terkait judi yang diduga melibatkan Irjen Ferdy Sambo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Kemudian, penyidik Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan menangkap Masril pada (31/7/2022) lalu. (m31)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved