Pelantikan 11 Pejabat Eselon II Pemkab Bekasi Masih Menunggu Persetujuan Kemendagri

11 nama pejabat eselon II yang akan dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan sejumlah dinas di Pemkab Bekasi masih menunggu persetujuan Kemendagri.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Junianto Hamonangan
dok. Pemkab Bekasi
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyebut 11 nama pejabat eselon II yang akan dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan sejumlah dinas di Pemkab Bekasi masih menunggu persetujuan Kemendagri. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG - Rotasi jabatan dalam rangka reformasi birokrasi yang menjadi program prioritas Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, masih terus berlangsung.

Setelah melantik lima pejabat eselon II pada Senin (25/7/2022) lalu, Dani telah lebih dulu mengajukan 11 nama untuk mengisi kekosongan jabatan sejumlah dinas yang masih diduduki oleh seorang pelaksana tugas (Plt).

"Saya kira sudah ada progres, sudah ada rotasi lima pejabat eselon II. Ini kami sedang mengajukan sisanya 11 orang kepada Pak Gubernur (Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil)," ungkap Dani saat dikonfirmasi, Jumat (26/8/2022).

Dani mengakui terdapat sejumlah kendala dalam proses pengisian kekosongan jabatan lantaran keterbatasan kewenangan dirinya selaku penjabat sementara (Pj).

Baca juga: Pj Bupati Bekasi Sebut Lomba Kampung Bersih Makin Berani Akan Terus Berlanjut

Seperti kendala pengajuan proses jobfit yang dilakukan oleh panitia seleksi kepada BKD Provinsi Jawa Barat yang membutuhkan waktu paling cepat tiga bulan.

"Saya sebagai Pj kepala daerah, jabatan definitif itu tidak bisa langsung melakukan rotasi, harus melalu proses yang disebut jobfit, Jobfit dilakukan oleh pansel yang dibentik bupati atas dasar rekomendasi BKD Provinsi. Jobfit juga harus mengajukan izin tertulis dua sampai tiga bulan," katanya.

Setelah terdapat nama-nama pejabat eselon II yang lolos seleksi, pihaknya diharuskan untuk mengajukan kembali proses pelantikan kepada Kemendagri yang bisa memakan waktu paling lama tiga bulan.

Baca juga: Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Tinjau Program Rutilahu dan SPAL di Kecamatan Cibitung

"Setelah itu harus mengajukan lagi untuk pelantikan, bisa dua sampai tiga bulan lagi. Artinya setengah tahun bisa terbuang begitu saja. Padahal jabatan kosong ini sudah setahun lebih," ucap Dani.

Solusinya, Dani memutuskan untuk menggunakan hasil jobfit tim pansel yang dibentuk oleh Plt Bupati Bekasi Marjuki. Sehingga, pihaknya hanya tinggal mengajukan nama dan proses pelantikan kepada KASN, Gubernur Jawa Barat dan Kemendagri.

"Waktu pengajuan lima pejabat kemarin, kami butuh waktu dua bulan mulai dari izin ke KASN, Pemprov Jabar sampai Kemendagri, sekarang sudah berjalan sebulan, tapi masih di provinsi," tuturnya. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved