Berita Nasional

Sidang Dugaan Suap Ade Yasin, BPK Bantah Ada Permintaan Biaya Kuliah untuk Agus Khotib

Anthon mengaku pernah bertemu dengan Ade Yasin pada Oktober 2021, tapi tidak berkaitan dengan dugaan pengondisian WTP

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Sidang lanjutan kasus dugaan suap yang menjerat Ade Yasin. Dalam kesaksiannya, auditor BPK, Anthon Merdiansyah membantah meminta biaya kuliah untuk Agus Khotib 

WARTAKOTALIVE.COM-- Sidang kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin dan sejumlah pihak kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/8/2022)

Dalam sidang tersebut, auditor BPK, Anthon Merdiansyah yang menjadi tersangka membantah adanya permintaan uang untuk biaya kuliah eks Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib kepada terdakwa Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin.

Ia sebagai penanggung jawab tim pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jawa Barat di Pemerintah Kabupaten Bogor mengaku tidak pernah meminta uang baik kepada Ade Yasin maupun terdakwa Ihsan Ayatullah sebagai Kasubid Kasda BPKAD Kabupaten Bogor.

Baca juga: Ade Yasin OTT, Laporan Keuangan Pemkab Bogor Dapat Predikat Wajar Dengan Pengecualian

"Terkait sekolah, saya tidak pernah memberi tahukan bahwa Pak Kalan (Agus Khotib) butuh uang. Saya tidak pernah ngomong sama Ihsan," ungkap Anthon saat menjadi saksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan suap di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung

Anthon mengaku pernah bertemu dengan Ade Yasin pada Oktober 2021, tapi tidak berkaitan dengan dugaan pengondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Pasalnya, meski menjabat sebagai penanggung jawab, Anthon tidak memiliki kewenangan dalam mengondisikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

"Tidak punya kewenangan. (Semua pemeriksa) tidak," kata Anthon kepada majelis hakim yang diketuai Hara Kartiningsih.

Baca juga: Ditinggal Ade Yasin, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor Langsung Anjlok, Ada Apa?

Sementara, saksi lainnya auditor BPK, Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa menyebutkan bahwa dirinya pernah menerima uang Rp70 juta dari Ihsan yang disebut-sebut sebagai biaya kuliah Agus Khotib. Tapi, menurut Hendra uang itu untuk keperluan pribadi dirinya dan operasional tim BPK.

"Rp70 juta itu, Rp20 juta saya pakai keperluan pribadi, Rp50 jutanya untuk operasional," kata Hendra yang merupakan anak buah Anthon.

Sebelumnya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan empat tersangka auditor BPK RI Perwakilan Jawa Barat sebagai saksi dalam sidang Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved