Judi Online

Polres Karawang Gertak Warga yang Berani Main Judi Online Berupa Penjara Empat Tahun

Polres Karawang menggertak masyarakat yang masih berani main judi online, kalau ketangkap penjara empat tahun. Silahkan dicoba kalau berani.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi judi online - Polres Karawang menggertak warganya yang berani main judi online, jika tertangkap tak ada ampun, langsung proses dengan ancaman empat tahun penjara. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Polres Karawang bakal menangkap warga yang bermain judi online.

Tak tanggung-tanggung, warga yang kedapatan bermain judi online bakal mendapatan hukuman paling lama 4 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjudian baik konvensional maupun online.

Dikatakannya, perjudian ini melanggar undang-undang dan juga sangat berdampak buruk bagi masyarakat.

"Kepada masyarakat Karawang untuk hindari tindak pidana perjudian baik judi konvensional, online atau apapun itu," katanya pada Kamis (25/8/2022).

Dia menyebut, tak hanya bandar judi saja. Para pemain judi juga bisa ditangkap dan dapat dijerat Pasal 303 bis ayat (1) KUHPidana tentang perjudian. Ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp 10 juta.

"Jadi diingatkan sekali lagi sesuai arahan Kapolri untuk tegas memberantas segala bentuk kasus perjudian, baik itu bandar ataupun para pemainnya," ungkap dia.

Baca juga: Nama Irjen Fadil Imran Masuk Bagan Konsorsium 303, Anak Buahnya Kini Ungkap Judi Online di PIK

Sebelummya, Polres Karawang, Jawa Barat menangkap tujuh pelaku judi online. Dari kegiatannya itu para pelaku mendapatkan keuntungan hingga belasan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy mengungkapkan tujuh pelaku yang diamankan berinisial R, AS, AL, K, S, AK dan I.

"Lima tersangka diamankan jajaran Reskrim Polres Karawang, 2 tersangka oleh jajaran polsek," kata kepada awak media pada Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Terkait Dugaan Kerja Sama dengan Situs Judi Online, PSSI akan Minta Klarifikasi Klub-klub Sepak Bola

Dia menjelaskan, para tersangka diamankan dari sejumlah lokasi di wilayah Karawang. Mereka merupakan para bandar judi online.

Dari mereka pihak kepolisian mengamankan handphone, beberapa lembar kertas bukti perjudian dan sejumlah aplikasi judi di dalam handphone.

"Dari hasil cek transaksi, para bandar memiliki keuntungan rata-rata Rp14 juta per bulan" katanya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Tomy, sebagian besar para tersangka telah menjadi bandar judi online sejak lama, ada beberapa yang baru.

Baca juga: DPR Dukung Sikap Tegas Kapolri Berantas Praktik-praktik Ilegal Judi Online Hingga Peredaran Narkoba

Untuk para pelaku yang diamankan mereka berprofesi dari wirausaha hingga karyawan swasta. "Alasannya jadi bandar judi online karena urusan ekonomi, "jelasnya.

Terkait jaringan, pihaknya masih belum bisa memastikan. Karena masih akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku judi online tersebut.

"Kepada yang telah diamankan tersebut merupakan jaringan mafia judi atau seperti apa kita masih dalam penyelidikan serta pengembangan lebih lanjut," katanta.

Para tersangka dikenakan KUHPidana Pasal 303 dengan ancaman sepuluh tahun penjara, ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved