Formula E

Politisi PDIP Meragukan Kemampuan Finansial PT Jakpro Melunasi Commitment Fee Formula E

Politisi PDIP Hardiyanto Kenneth tak yakin PT Jakpro mampu melunasi sisa commitment fee pada FEO, penyelenggara Formula E.

HO
Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDIP Hardiyanto Kenneth tak yakin PT Jakpro mampu melunasi commitment fee pada FEO, penyelenggara Formula E. Sebab dana yang dibutuhkan sangat besar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, tak yakin PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bisa melunasi commitment fee pada FEO, penyelenggara Formula E.

Sebab, dana yang dibutuhkn sangat besar, sementara PT Jakpro diduga tak punya uang sebanyak itu.

Diketahui, PT Jakpro melakukan renegosiasi dengan pihak FEO Ltd terkait kesepakatan Formula E akan dilaksanakan mulai 2022-2024. 

Adapun commitment fee yang harus dibayar selama tiga tahun tersebut sebesar 36 juta pounds (Rp 630 miliar). 

PT Jakpro sendiri telah membayar commitment fee 31 juta pounds (543 miliar) pada 2021.

Adapun sisanya bakal dibayar Jakpro pada tahun ketiga dengan dana non Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 

Kendati demikian, fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mempertanyakan kesanggupan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) membayar kekurangan biaya dan biaya penyelenggaraan Formula E sampai tahun 2024.

Sebab, Jakpro bakal membayar kekurangan commitment fee tersebut dari dana perusahaannya.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata, Disparekraf DKI Jakarta Gelar Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E

"Kami meragukan dana dimaksud, termasuk mempertanyakan kemampuan keuangan PT Jakpro khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan balap mobil Formula E," katanya di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2022).

Tak hanya commitment fee, Fraksi PDIP juga mempertanyakan Jakpro terkait biaya penyelenggaraan Formula E dan keuntungan disiarkan di televisi. 

Sebab, Jakpro harus membayar biaya penyelenggaraan Formula E yang dilaksanakan di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara itu.

Adapun biaya penyelenggaraan di sirkuit tersebut menelan Rp1.239 Miliar hingga tahun 2024.  

"Keuntungan apa saja yang dapat diperoleh Pemprov DKI maupun PT Jakpro ketika menggunakan hak atas penyiaran secara nasional tetapi bukan secara langsung, dan ketika memanfaatkan logo selama 6 bulan sebelum event Formula E," tukas Kenneth.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved