Persija Jakarta

Liga 1, Kiper Persija Andritany Nyaris Jadi Korban Investasi Bodong

Andritany mengungkapkan jika dirinya sempat tergiur investasi berkedok trading yang bekalangan terjerat kasus hukum.

Penulis: Wartakota | Editor: Rendy Renuki
warta kota/alfarizy ajie
Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa nyaris tertipu dan menjadi korban investasi bodong. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa mengakui nyaris menjadi korban investasi bodong.

Andritany mengungkapkan jika dirinya sempat tergiur investasi berkedok trading yang bekalangan terjerat kasus hukum.

"Saya hampir percaya dengan investasi yang terkenan kasus itu," kata Adritany saat jumpa pers kerja sama Persija dengan sponsor baru, Octa Investama Berjangka, di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

"Ada pemain sepak bola malah sudah jadi korban. Dia naruh ratusan juga bahkan ada yang sampe miliaran, tapi enggak jelas ke mana uangnya," lanjutnya.

Untuk itu, menurut kiper 30 tahun itu perlu adanya edukasi kepada para pemain, khususnya yang ingin berinvestasi di dunia trading.

Apalagi saat ini edukasi itu bisa semakin mudah didapatkan para penggawa Persija, setelah adanya kerja sama dengan sponsor baru yang bergerak di bidang trading.

"Kita juga pesepak bola perlu edukasi. Pemain kan kariernya paling maksimal usia 40," ungkapnya.

"Bagi saya, atlet yang sukses itu bukan ketika bermain, karena saat itu mereka punya uang. Tetapi setelah tidak bermain. Apakah mereka bisa survive setelah tidak bermain sepak bola," tutur Andritany.

Sementara itu, kerja sama dengan Persija di Liga 1 2022/2023 ini pun disambut baik pihak sponsor.

Persija sebagai tim besar di Liga 1 dinilai memiliki tujuan yang sama dengan Octa.

"Kami lihat Persija sama-sama punya goal, tujuan, dan ingin melakukan edukasi. Tujuan kami sama, tetapi di dunia berbeda," kata Direktur Utama Octa Investama Berjangka, Rizky Arizona.

Baca juga: Laga Lanjutan Persija Jakarta dan Persita Tangerang, Diwarnai Aksi Saling Dorong Penonton

Untuk awal, perusahaan yang memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini bekerja sama selama satu hingga dua musim dengan Persija.

"Kami di bawah Bappebti. Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan. Kami fokus komoditas, seperti mata uang asing," tambahnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved