Legislator PKS Kutuk Penembakan Kapal oleh Aparat yang Menewaskan Seorang Nelayan di Papua Nugini

Fraksi PKS DPR RI mengutuk keras kasus penembakan kapal nelayan Indonesia bernama Sugeng yang diduga dilakukan oleh petugas kemanan laut Papua Nugini.

Istimewa
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutuk keras kasus penembakan kapal nelayan Indonesia bernama Sugeng, diduga dilakukan petugas kemanan laut Papua Nugini.

Kapal Ikan Calvin 02 diberondong tembakan oleh penjaga laut Filipina saat hendak melakukan aktivitas hauling (penarikan) pukat ikan di perbatasan Papua Nugini.

“Saya mengutuk keras tindakan sepihak dari penjaga laut Papua Nugini yang telah menembaki kapal nelayan serta menewaskan saudara Sugeng selaku kapten kapal ikan tersebut,” ujar anggota Komisi IV DPR RI drh. Slamet pada Kamis (25/8/2022).

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Petani dan Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) ini, aktivitas pelaku perikanan seperti nelayan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Hal ini sebagaimana amanat UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Baca juga: Politisi PKS Sedih Lihat Nasib Nelayan, Tertindas Jika Pemerintah Menaikkan Harga Solar

Pada pasal 3 huruf f disebutkan, mengenai tujuan perlindungan dan pemberdayaan nelayan. Salah satunya adalah memberikan jaminan keamanan dan keselamatan serta bantuan hukum.

Selain itu, politisi PKS ini juga menilai perlu adanya perbaikan mengenai perlindungan nelayan di Indonesia.

Menurutnya, selama ini belum banyak perkembangan berarti terkait perlindungan nelayan baik yang di dalam negeri ataupun yang melakukan aktivitasnya di berbagai negara.

“Dengan adanya kejadian tersebut, tentu bisa menjadi momentum perbaikan sistem perlindungan nelayan di Indonesia,” ucapnya.

Seperti diketahui, seorang nelayan yang sekaligus berperan sebagai nakhoda kapal bernama Sugeng, tewas diduga ditembak oleh tentara di perbatasan Papua Nugini, Senin (22/8/2022).

Baca juga: DPP PKS: Kenaikan Harga Solar Bikin Nelayan Sekarat Sudah 3.000 Kapal Tidak Bisa Melaut

Penembakan tersebut terjadi ketika kapal nelayan itu berlayar ke perairan Australia dan diduga masuk di wilayah perairan Papua Nugini.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua Suzanna Wanggai menjelaskan, penembakan tersebut tidak manusiawi.

Meski dalam kasus ini ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan nelayan Indoensia karena memasuki wilayah Papua Nugini tanpa izin.

“Memang kalau kita lihat seperti begini, nelayan kita juga salah karena mereka menangkap ikan sudah masuk di wilayah perairan Papua Nugini,” kata Suzanna dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/8/2022). (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved