Bacakan Pleidoi, Irjen Napoleon Bonaparte Minta Divonis Lepas

Ia menilai, tuntutan atas Pasal 351 KUHP Juntco Pasal 55 KUHP dengan ancaman setahun penjara, mengada-ada.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
Irjen Napoleon Bonaparte menanggapi tuntutan hukuman setahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU), saat membacakan nota pembelaan alias pleidoi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte menanggapi tuntutan hukuman setahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU), saat membacakan nota pembelaan alias pleidoi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022).

Mantan Kadiv Hubinter Polri itu menilai, tuntutan JPU terhadap dirinya keliru atau tidak tepat. Napoleon mengatakan, tuntutan itu tidak memenuhi syarat objektif maupun syarat subjektif.

"Tuntutan jaksa penuntut umum tersebut keliru atau tidak tepat, dan tidak memenuhi syarat obyektif maupun syarat subyektif untuk menjatuhkan pidana," kata Napoleon.

Baca juga: Kapolri Perintahkan Nasib Irjen Ferdy Sambo Diputuskan pada Sidang Etik Hari Ini Juga

Ia menilai, tuntutan atas Pasal 351 KUHP Juntco Pasal 55 KUHP dengan ancaman setahun penjara, mengada-ada. Ia memohon agar majelis hakim membatalkan tuntutan itu.

Dalam pleidoinya, Napoleon meminta agar hakim menerima nota pembelaan yang dia bacakan di ruang sidang.

"Kami sebagai terdakwa dalam perkara ini bermohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim, untuk dapat meluluskan seluruh permohonan kami, sebagai berikut."

Baca juga: Besok Putri Candrawathi Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua di Bareskrim

"Satu, menolak seluruh isi surat tuntutan dari jaksa penuntut umum. Dua, menerima seluruh isi nota pembelaan (pleidoi) ini," tegas Napoleon.

Napoleon juga meminta majelis hakim menjatuhkan putusan bebas terhadap dirinya.

Sebab, Napoleon menyebut dirinya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana pasal-pasal yang dituntut oleh JPU.

"Atau setidaknya, menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum (onslaag) terhadap terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte," tuturnya.

Dituntut Hukuman Setahun Bui

Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias M Kece, dituntut hukuman satu tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte dengan pidana penjara selama satu tahun," kata jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (11/8/2022).

Jaksa menilai Napoleon terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap M Kece.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved