Korupsi

Tersangka Korupsi Dana Bencana Alam Kabupaten Bogor Kabur, Kejari Ajukan Pencekalan

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor Sumardi, tersangka korupsi dana bencana alam kabur dan buron

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Hironimus Rama
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cibinong, Dodi Wiraatmaja, saat ditemui di Cibinong Rabu (24/8/2022). Dodi mengatakan pihaknya mengajukan cekal kepada Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor Sumardi, tersangka kasus korupsi dana bantuan bencana alam yang kini buron 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) karena kabur setelah ditetapkan tersangka kasus korupsi bantuan bencana alam pada 2017, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor Sumardi akan dicekal untuk mencegahnya buron ke luar negeri.

Surat pengajuan pencekalan untuk Sumardi sudah dikirim oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor ke kantor Imigrasi.

"Kita sudah kirim surat pencekalan ke kantor imigrasi agar tidak kabur ke luar negeri," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cibinong, Dodi Wiraatmaja, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Sekretaris Disdagin Kabupaten Bogor Tersangka Korupsi Dana Bencana Alam, Ini Tanggapan Iwan Setiawan

Dia menjelaskan Sumardi ditetapkan sebagai buron (DPO) setelah tiga kali mangkir dari pemeriksaan usai penetapan sebagai tersangka pada 28 Juli 2022 lalu.

"Panggilan pertama sebagai tersangka pada 4 Agustus 2022. Dia tidak hadir karena alasan sakit," jelasnya.

Kejari Kabupaten Bogor lalu mengirim surat panggilan kedua pada 18 Agustus 2022.

Baca juga: Modus Sekretaris Disdagin Korupsi Dana Bencana di Kabupaten Bogor

"Dia tidak hadir karena alasan sakit. Itu berdasarkan keterangan surat sakit yang dikirim pengacaranya. Setelah kita telpon dokternya, dia bilang yang bersangkutan diberi waktu istirahat 3 hari," jelas Dodi.

Sumardi seharusnya menjalani pemeriksaan dalam panggilan ketiga pada Selasa (23/8/2022). Namun dia kembali tidak menampakkan batang hidungnya.

Staf Kejari Kabupaten Bogor lalu melakukan upaya jemput paksa ke rumah dan kantornya.

Ternyata Sumardi sudah seminggu lalu meninggalkan rumahnya. Sementara di kantor, dia sudah tidak masuk kerja sejak 29 Juli 2022 lalu.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved