Tawarkan PSK Melalui Sosial Media, Seorang Muncikari di Tanjung Priok Untung Ratusan Ribu Rupiah

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap prostitusi online dimana seorang muncikari untung ratusan ribu rupiah dari aksinya menjual jasa para PSK.

Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Wiratama menunjukkan barang bukti tindak pidana prostitusi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK - Tim Cyber Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap transaksi prostitusi online melalui sosial media (sosmed).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama menjelaskan, pengungkapan prostitusi melalui jejaring sosmed itu bermula saat sedang dilakukan patroli cyber.

Tim Cyber mendapati pelaku berinisial FS yang berperan sebagai mucikari menawarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui Facebook.

"Seperti biasa kita adakan patroli cyber, ada yang menawarkan melalui aplikasi Facebook. Dari aplikasi tersebut kami berlanjut ke aplikasi media lain, dalam kesempatan ini media chatting," kata Wiratama di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: VIDEO Polres Pelabuhan Tanjung Priok Musnahkan Puluhan Paket Sabu dan Ganja Siap Edar

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pendalaman pelaku dan berhasil menangkapnya di salah satu hotel wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (20/8/2022) lalu.

Menurut Wiratama, pelaku sudah menjalani profesi sebagai mucikari yang menawarkan jasa PSK melalui sosmed selama lima hingga enam bulan. Dalam sekali transaksi, FS dapat mengantongi keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.

"Sekali melakukan kegiatan, yang bersangkutan mendapatkan keuntungan 900 ribu. Korbannya mendapatkan Rp 700 ribu-Rp 1 juta rupiah. Tergantung tempat check in nya dan orang yang diperjualbelikan tersebut," ungkapnya.

FS menjalankan bisnis haramnya itu tak hanya di wilayah Jakarta Utara saja. Namun, ia juga menerima transaksi di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Amankan Penggelapan Kontainer Isi Besi & Aki Seberat 25 Ton

Atas penangkapan FS, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah celana dalam wanita, satu struk check in hotel, pakaian dalam wanita dan tiga buah alat kontrasepsi.

FS dijerat dengan pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal satu tahun tujuh bulan penjara.

"Ancaman hukumannya 1,7 tahun untuk prostitusi. Kalau dibilang sasaran, siapapun yang diberikan pelaku dia akan melakukan juga, tidak ada sasaran khusus," pungkasnya. (m38)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved