Sambil Makan, Hary Tanoe, Airlangga Hartarto, dan Susi Pudjiastuti Diskusi Kebangsaan Hingga Pemilu

Airlangga mengatakan, pertemuan tersebut dilatari persahabatan mengenai kebangsaan.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menggelar pertemuan di Jakarta, Selasa (23/8/2022). 

"Tentu tujuannya selalu politik yang menang adalah rakyat. Bagaimana supaya rakyat menang, keterbukaan dan cair antar-pimpinan itu menjadi penting," tuturnya.

Baca juga: Presiden Partai Buruh: Kenaikan Harga Pertalite Bisa Akibatkan Inflasi Tembus 6,5 Persen

Airlangga juga menyatakan kegembiraannya setelah pertemuan tersebut.

Ia mengaku mendapatkan kekuatan baru untuk partai dan koalisinya dalam menghadapi Pemilu 2024.

"Saya bergembira, karena akan ada perkuatan-perkuatan terhadap Golkar dan KIB (Koalisi Indonesia Bersatu)," ujar Airlangga.

Baca juga: DAFTAR 14 Calon Anggota Komnas HAM Periode 2022-2027 yang Bakal Diuji DPR, Ada Satu Petahana

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut melanjutkan, dalam menghadapi kontestasi politik pada 2024, KIB terus bersiap diri.

Persiapan tersebut bisa berupa komunikasi politik dengan sejumlah parpol.

Terkait Susi yang mempunyai banyak followers di akun media sosialnya, Airlangga mengatakan pengikut memerlukan sebuah wadah, dan wadah yang dimaksud adalah parpol.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 23 Agustus 2022: 24 Pasien Wafat, 5.134 Sembuh, 4.858 Orang Positif

"Secara politik kan pengikut harus diwadahi, dan wadah itu namanya partai politik," tutur Airlangga.

Di sisi lain, Susi Pudjiastuti mengaku belum mengetahui cara berpolitik di dunia nyata.

Meski demikian, dirinya akan terus memantau perkembangan Pemilu 2024 dan fokus memainkan perannya di media sosial.

Baca juga: 24 Polisi Dimutasi Lagi ke Yanma Polri Gegara Kasus Brigadir Yosua, dari Kombes Hingga Bharada

"Saya dari dulu golput, jadi belum tahu cara-cara politik.

"Kita main dunia maya saja, kita dibilangnya partai socmed. Kalau ini kan partai dunia nyata," cetus Susi. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved